RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jong‑Un melontarkan pernyataan keras terkait konflik yang melibatkan Iran dan Israel.
Dalam pernyataannya, pemimpin tertinggi Korea Utara tersebut bahkan menyatakan kesiapan negaranya untuk memasok rudal kepada Iran apabila diminta. Ia juga mengklaim bahwa hanya dengan satu rudal saja sudah cukup untuk meluluhlantakkan Israel.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan melalui keterangan resmi pemerintah yang dirilis dari ibu kota Pyongyang.
Melalui pernyataan tersebut, Kim juga menegaskan bahwa negaranya siap memberikan dukungan kepada Teheran di tengah meningkatnya tensi regional, menyusul serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran.
BACA JUGA: Korut Tuduh AS, Jepang dan Korsel Bikin NATO Asia
“Satu rudal saja cukup untuk menghapus Israel,” kata Kim dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Korea Utara, menegaskan sikap keras Pyongyang terhadap sekutu Barat di kawasan tersebut.
Selain menawarkan bantuan militer berupa persenjataan, pemerintah Korea Utara juga melontarkan kecaman keras terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar Iran.
Pemerintah di Pyongyang menilai serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak sah dan dianggap melanggar kedaulatan Iran sebagai negara berdaulat.
Menurut otoritas Korea Utara, langkah militer yang dilakukan Washington dan Tel Aviv justru berpotensi memperparah situasi keamanan kawasan serta membuka peluang terjadinya konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Pernyataan Kim Jong-Un itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang kini menjadi sorotan komunitas internasional.
Situasi menjadi semakin rumit setelah keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan militer yang menargetkan fasilitas yang disebut-sebut berkaitan dengan kepentingan Iran.
Sejumlah pengamat internasional menilai sikap keras yang disampaikan pemimpin Korea Utara berpotensi memperkeruh dinamika geopolitik global.
Dukungan terbuka Pyongyang kepada Iran juga memunculkan kekhawatiran baru mengenai kemungkinan meluasnya konflik, terutama jika bantuan militer benar-benar direalisasikan.
Hingga saat ini, perkembangan konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat masih terus dipantau komunitas internasional karena eskalasi lebih lanjut dikhawatirkan dapat memicu ketidakstabilan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (cr1)











