Berita Bekasi Nomor Satu
Bisnis  

Perkuat Sinergi dan Kepatuhan, Bea Cukai Bekasi Laksanakan Customs Visit Customer ke PT CFU Indonesia

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam rangka memperkuat komunikasi serta meningkatkan kepatuhan di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Bekasi melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT CFU Indonesia pada Rabu, 4 Maret 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan dan pengawasan berbasis komunikasi aktif antara otoritas kepabeanan dengan pelaku usaha. Melalui program ini, Bea Cukai hadir secara langsung untuk berdialog, menyerap aspirasi, serta memastikan implementasi ketentuan kepabeanan dan cukai berjalan sesuai regulasi.

Kepala Kantor Bea Cukai Bekasi, Winarko Dian Subagyo, menegaskan bahwa kegiatan Customs Visit Customer merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun hubungan yang konstruktif dengan dunia usaha.

“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi wujud nyata komitmen kami untuk hadir, mendengar, dan memberikan solusi. Bea Cukai ingin menjadi mitra strategis yang mendukung kelancaran proses bisnis perusahaan tanpa mengesampingkan prinsip kepatuhan terhadap peraturan,” ujar Winarko.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka akan meminimalkan potensi kesalahan administratif serta memperkuat kepercayaan antara pemerintah dan pelaku usaha.

Sementara itu, Direktur PT CFU Indonesia, Frank Wang, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang diberikan oleh Bea Cukai Bekasi.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang diskusi yang terbuka dan solutif. Dukungan serta arahan dari Bea Cukai Bekasi sangat membantu kami dalam memastikan kegiatan ekspor dan impor berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Frank Wang.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak turut membahas proses bisnis perusahaan, pemanfaatan fasilitas kepabeanan dan cukai, serta langkah-langkah mitigasi terhadap potensi kendala operasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Bea Cukai dan pelaku usaha semakin kuat, sehingga mampu mendorong iklim investasi yang sehat, meningkatkan daya saing industri, serta tetap menjaga optimalisasi penerimaan negara. (*)