Berita Bekasi Nomor Satu

Salam Ramadan SMA Al Muslim Bekasi, Siswa Sisihkan Uang Jajan untuk 520 Yatim dan Dhuafa

FOTO BERSAMA: Perwakilan dari Pengurus Yayasan Al Muslim, KCD, SMA Al Muslim, dan Forum Orangtua Siswa SMA Al Muslim, foto bersama dengan anak-anak yatim dan dhuafa penerima santunan, Jumat (6/3). FOTO: SMA AL MUSLIM

RADARBEKASI.ID, BEKASI – SMA Al Muslim Bekasi menyelenggarakan program Salam Ramadan 2026 pada 2–7 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan karakter mulia serta memperkuat jiwa sosial para siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Al Muslim, Nia Sofyana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang digelar setiap Ramadan. Program Salam Ramadan juga berkolaborasi dengan kegiatan SmartTren Ramadan, agenda tahunan yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) untuk SMA/SMK/SLB.

Rangkaian kegiatan Salam Ramadan meliputi program Pesantren Ekologi Jawa Barat, di antaranya Tadabur Alam, Karomah, Rantang Kanyaah, POE Ibu, dan Aksi Ekologi.

“Rantang Kanyaah itu berbagi dalam bentuk takjil, sembako, ataupun makanan. Sementara POE Ibu merupakan infak harian yang dikumpulkan siswa, kemudian diberikan kepada anak yatim piatu atau dhuafa,” ujar Nia, Jumat (6/3).

Pengumpulan infak dari siswa Al Muslim telah dilakukan sejak Januari 2026. Hasilnya, terkumpul 520 amplop berisi uang yang kemudian disalurkan bersama sembako kepada anak yatim piatu serta dhuafa di sekitar lingkungan sekolah. Santunan tersebut disalurkan melalui siswa OSIS dan Badan Santunan Mahabbah (BSM) Yayasan Al Muslim.

“Kita dapat 520 amplop. Jadi, itu uangnya murni dari anak-anak dari uang jajan mereka,” ujarnya.

Selain kegiatan berbagi, terdapat pula kajian Islam yang menghadirkan Wakil Ketua IV Bidang Penjaminan Mutu Yayasan Al Muslim, Isep Djuanda. Ada juga kegiatan Qiyamul Lail yang meliputi buka puasa bersama, salat tarawih, hingga sahur bersama.

“Kegiatan Qiyamul Lail diikuti siswa kelas 10 dan 11. Kelas 12 juga hadir, tetapi tidak menginap karena mereka harus bimbel dan sebagainya,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ini juga digelar sertifikasi tahfiz Al-Qur’an bekerja sama dengan LPTK Kementerian Agama Kabupaten Bekasi. Program tersebut telah berjalan selama dua tahun terakhir.

Ia menjelaskan, setiap siswa diwajibkan menyetorkan minimal tiga juz Al-Qur’an untuk mengikuti sertifikasi tersebut.

“Minimal anak harus menyetorkan minimal tiga juz,” ucapnya.

Menurut Nia, sertifikasi tahfiz ini menjadi salahsatu persiapan bagi siswa. Mengingat sejumlah perguruan tinggi negeri kini membuka jalur masuk khusus bagi penghafal Al-Qur’an.

“Beberapa universitas negeri itu sekarang sudah membuka masuk lewat jalur tahfiz. Jadi Al-Muslim berharap dengan adanya sertifikasi dengan lembaga yang resmi itu bisa mengantarkan anak-anak masuk universitas negeri lewat jalur tahfiz,” katanya.

Selain itu, terdapat pula Aksi Ekologi yang mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, seperti menghemat energi dan mencintai sesama makhluk hidup.

Ia menambahkan, konsep kegiatan tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan banyak dilakukan di luar ruangan, kali ini sebagian besar dilaksanakan di dalam ruangan karena mempertimbangkan cuaca serta kehadiran penceramah.

Program Salam Ramadan ini dipanitiai oleh siswa OSIS dengan pendampingan guru. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter siswa, baik dari sisi keagamaan maupun sosial.

“Tujuannya untuk membentuk karakter siswa, karena sebagai lembaga pendidikan kami tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun karakter dari segi agama dan sosial,” katanya.

Nia berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, mencintai Al-Qur’an, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Kami berharap anak-anak kami tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, hafal Al-Qur’an, mencintai sesama makhluk hidup, serta menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Ketua OSIS SMA Al Muslim, Sakti Mahendra Dwi Saputra, mengatakan kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai ketua OSIS. Ia bersyukur seluruh rangkaian acara dapat dipersiapkan dengan baik selama dua pekan.

“Ini pengalaman perdana saya sebagai ketua OSIS. Kegiatannya cukup besar karena melibatkan yayasan, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan pembelajaran bermakna bagi dirinya dan 38 siswa yang terlibat sebagai panitia.

“Kegiatan ini mengajarkan empati dan simpati sebagai fondasi iman dan takwa,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Al Muslim, Reni Nurhidayati, menyampaikan bahwa kegiatan Salam Ramadan merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian Pesantren Ramadan di SMA Al Muslim.

“Momentum ini menjadi wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat, karunia, dan kesempatan untuk terus menebar kebaikan di bulan suci yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, kata Reni, para siswa tidak hanya belajar nilai-nilai keislaman secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung makna kepedulian, berbagi, dan empati kepada sesama.

Menurutnya, Ramadan merupakan madrasah terbaik untuk menanamkan hati yang lembut, jiwa yang peduli, serta semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami merasa bangga dan terharu melihat antusiasme seluruh siswa SMA Al Muslim. Dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, mereka berkomitmen menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk berinfak, sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Dari langkah kecil inilah tumbuh nilai besar tentang keikhlasan, kebersamaan, dan solidaritas,” tuturnya.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bukti bahwa SMA Al Muslim bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter mulia dan jiwa sosial yang kuat. Dengan dukungan dan semangat dari seluruh warga sekolah, guru, siswa, dan orangtua, kegiatan Salam Ramadan menjadi simbol indah kolaborasi dalam menebar kebaikan dan keberkahan di bulan suci.

“Semoga setiap infak, setiap niat baik, dan setiap langkah kecil kebaikan yang dilakukan menjadi amal jariyah yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” tutupnya.

Koordinator Pengawas Sekolah Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Rojali, turut mengapresiasi kegiatan yang digelar SMA Al Muslim. Ia berharap program serupa dapat ditiru oleh sekolah lain, khususnya di Kabupaten Bekasi.

“Tentu kami mengapresiasi kegiatan ini, apalagi selaras dengan program Disdik Jawa Barat. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat karakter peserta didik,” ujarnya. (oke)