Berita Bekasi Nomor Satu

Pasca Longsor Maut TPST Bantargebang, Wali Kota Bekasi: Jangan Sampai Peristiwa Ini Berulang

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendatangi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Senin (9/3), menyusul insiden longsor gunungan sampah yang terjadi sehari sebelumnya, Minggu (8/3). FOTO: HUMAS PEMKOT

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, buka suara terkait longsor maut gunungan sampah di Zona IV Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Hingga Minggu (8/3) malam, peristiwa tersebut menewaskan empat orang dan menyelamatkan dua lainnya.

Tri menjelaskan bahwa proses negosiasi perpanjangan kerja sama TPST Bantargebang antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta masih terus berjalan. Ia menegaskan, kedua pemerintah daerah kini bekerja sama mencari solusi konkret agar peristiwa longsor serupa tidak terulang di masa depan.

“Ya justru saya kira Pak Gubernur membuka ruang untuk kita sama-sama duduk bareng membicarakan agar peristiwa-peristiwa yang terjadi itu tidak kejadian yang berulang,” ujar Tri di Pemkot Bekasi pada Senin (9/3).

Ia menilai keberadaan TPST Bantargebang tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki potensi memberikan dampak kesejahteraan bagi kedua daerah.

“Kemudian juga tentu keberadaan Bantar Gebang tentu bisa memberikan nilai-nilai kesejahteraan, kesejahteraan bagi pemerintah DKI dan juga pemerintah kota Bekasi,” ucap Tri.

BACA JUGA: Pemkot Bekasi Fokus Bantu Evakuasi dan Antisipasi Dampak Longsor TPST Bantargebang

Sebagaimana diketahui, kontrak kerja sama tersebut dijadwalkan berakhir pada 26 Oktober 2026, dan Pemkot Bekasi mengajukan syarat Pembangunan dua flyover di wilayah Kemang Pratama dan Simpang Bantargebang dalam negosiasi perpanjangan kontrak kerja sama TPST Bantargebang.

Pembangunan dua flyover menjadi ‘syarat’ yang akan diajukan Pemerintah Kota Bekasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam negosiasi perpanjangan kerja sama Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 hingga Rp300 miliar untuk masing-masing flyover. Meski demikian, Tri menyebut bahwa pembangunan masih dalam tahap kajian lanjutan dan belum bisa dipastikan kapan akan dimulai. (cr1)