RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tahun pertama pemerintahan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dan Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe menjadi fase penting dalam menentukan arah pembangunan Kota Bekasi.
Dengan mengusung visi menjadikan Bekasi sebagai kota yang nyaman dan sejahtera, berbagai program pembangunan infrastruktur mulai digenjot. Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, DBMSDA mengklaim telah merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembangunan ruang terbuka hijau, perbaikan jaringan jalan, hingga pengendalian banjir yang selama ini menjadi persoalan klasik di Kota Bekasi.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki kualitas lingkungan kota sekaligus meningkatkan mobilitas warga.
“Melalui kerja nyata di lapangan, kami telah membangun 40 taman baru yang tersebar di berbagai kecamatan. Taman-taman ini diharapkan menjadi ruang terbuka hijau sekaligus tempat interaksi masyarakat,” ujar Idi.
Pembangunan ruang publik tersebut dinilai penting di tengah semakin padatnya kawasan perkotaan Bekasi. Keberadaan taman tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai penyeimbang lingkungan dan ruang sosial bagi warga.
Selain pembangunan taman, upaya pengendalian banjir juga menjadi prioritas pemerintah kota. DBMSDA mencatat telah membangun tiga polder air untuk membantu mengendalikan genangan yang kerap terjadi saat musim hujan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki sistem drainase kota yang selama ini sering kewalahan menghadapi curah hujan tinggi dan meningkatnya volume limpasan air akibat pesatnya pembangunan kawasan permukiman.
Pada sektor konektivitas wilayah, DBMSDA juga membangun satu jembatan strategis untuk mendukung mobilitas warga serta memperlancar akses antarwilayah.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dasar juga terus dikebut. Sepanjang periode tersebut, pemerintah kota menyelesaikan pembangunan saluran air sepanjang 80,4 kilometer serta pembangunan jalan sepanjang 94,3 kilometer.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI“Pembangunan jalan dan saluran ini sangat penting untuk mendukung kelancaran mobilitas warga sekaligus mengurangi potensi genangan di sejumlah titik,” jelas Idi.
Namun pembangunan fisik bukan satu-satunya fokus DBMSDA. Penataan kota juga dilakukan untuk menciptakan wajah kota yang lebih tertib dan aman. Salah satunya melalui pembongkaran 24 tiang reklame yang dinilai melanggar ketentuan.
Selain itu, penertiban kabel udara yang semrawut, pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan, serta perawatan taman kota juga terus dilakukan. Langkah tersebut bertujuan menciptakan ruang kota yang lebih estetis dan nyaman bagi masyarakat.
Meski demikian, sejumlah kalangan menilai pembangunan infrastruktur tersebut masih harus diimbangi dengan perencanaan jangka panjang yang lebih matang, terutama dalam menghadapi persoalan banjir dan kepadatan lalu lintas yang terus meningkat di Bekasi.
Idi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Menurutnya, berbagai program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah kota akan terus dilanjutkan pada tahun ini.”Tahun ini kami memastikan perencanaan yang telah dibuat oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Memasuki tahun kedua pemerintahan Tri–Harris, publik tentu menaruh harapan besar agar pembangunan infrastruktur tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan mendasar Kota Bekasi, mulai dari banjir, kemacetan, hingga keterbatasan ruang terbuka hijau.(pay/*)









