Berita Bekasi Nomor Satu

Pidato HUT Kota Bekasi, KDM: Tinggalkan Budaya Buat Proyek, Birokrasi Jangan Saling Bersaing Program

Gubernur Jabar KDM saat memberikan pidato paripurna HUT ke-29 Kota Bekasi gedung DPRD, Selasa (10/3).  FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM, menyoroti tata kelola anggaran pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang dinilai belum berjalan optimal. Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena masih adanya persaingan program di internal birokrasi.

“Di internal birokrasinya saja antar kelembagaannya bersaing program antar organisasi, perangkat dinasnya, perangkat daerah bersaing program,” ujar Dedi saat memberikan pidato paripurna HUT ke-29 Kota Bekasi gedung DPRD, Selasa (10/3).

Menurutnya, persoalan tersebut berakar dari pola pikir sebagian birokrat yang masih terjebak pada budaya menciptakan proyek.

“Kenapa? karena satu hal yang harus dirubah dalam mindset kita semua para birokrat adalah tinggalkan kebudayaan buat proyek, tinggalkan!,” tegasnya.

Mantan Bupati Purwakarta itu menekankan bahwa pembangunan seharusnya tidak berorientasi pada banyaknya proyek yang dibuat, melainkan pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Ia pun mencontohkan cara berpikir efisiensi seperti yang dilakukan Iran. Menurutnya, negara tersebut mampu mencapai target maksimal meski dengan anggaran yang relatif terbatas, namun tetap memberikan dampak yang signifikan.

“Kita bukan ingin memperbanyak proyek, kita ingin membuat hasil bagi kepentingan rakyat pakai cara berpikir Iran kenapa? saya berulang-ulang ngomong negara 92 juta penduduknya, APBNnya hanya 1.000 triliun, angkatan perangnya itu pertahanan keamanan negaranya hanya Rp132 triliun tetapi gagah perangnya kenapa? diefisiensi dia bukan proyek yang dibuat tetapi target,” pungkasnya. (cr1)