Berita Bekasi Nomor Satu

Permintaan Kue Kering dan Hampers Lebaran Mulai Meningkat

TUNJUKAN KUE KERING: Pemilik usaha Welcome Sweetness, Bayu Ragil (29) menunjukan hampers kue lebaran di tokonya Perumnas 3, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (11/3). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI 

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, permintaan kue kering dan hampers Lebaran mulai meningkat. Tren lonjakan penjualan diprediksi akan terus meningkat hingga pekan ketiga Ramadan.

Welcome Sweetness, salah satu tempat penjualan kue kering di Perumnas 3, Bekasi Timur, Kota Bekasi, sudah mulai membuka pemesanan kue kering baik melalui sistem pre-order maupun ready stock sejak awal Ramadan.

“Sejak awal Ramadan kami sudah mulai menjual kue kering untuk pre order dan ready stock, juga produk hampers seperti bomboloni dan brownies,” ujar pemilik Welcome Sweetness, Bayu Ragil (29), ditemui di tokonya, Rabu (11/3).

Menurutnya, tren pembelian biasanya mulai ramai pada minggu kedua hingga minggu ketiga Ramadan. Hal tersebut umumnya terjadi setelah sebagian masyarakat menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

“Biasanya mulai ramai di minggu kedua atau ketiga Ramadan, terutama setelah THR para customer turun. Namun menjelang Lebaran biasanya trennya menurun karena kebutuhan masyarakat sudah beralih, seperti untuk persiapan mudik atau kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Bayu mengungkapkan, meski penjualan tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, laju kenaikannya terasa lebih lambat. Hal ini diduga karena semakin banyaknya pilihan produk kue kering di pasaran dengan harga yang bersaing.

“Alhamdulillah penjualan tetap naik setiap tahun. Untuk 2026 ini peningkatannya ada, tapi agak lambat karena sekarang banyak pilihan kue kering dan harga yang cukup bersaing,” katanya.

Dari sisi omzet, ia memperkirakan terjadi kenaikan sekitar 50 persen dibandingkan tahun 2025. Dalam satu hari, penjualan bisa mencapai sekitar 75 hingga 100 toples kue kering atau pesanan hampers, menyesuaikan dengan kemampuan produksi.

Sebagai industri rumahan, pihaknya mampu memproduksi sekitar 50 hingga 75 toples kue kering per hari agar kualitas produk tetap terjaga. Untuk harga, paket termurah dibanderol sekitar Rp90 ribu, sementara paket termahal mencapai Rp175 ribu, menyesuaikan isi dan pilihan produk.

Produk yang paling diminati, kue kering nastar masih menjadi favorit setiap Lebaran. Selain itu, hampers bomboloni dan brownies custom Lebaran juga cukup banyak diminati pelanggan.

Ia menambahkan, pembeli tidak hanya datang dari masyarakat sekitar, tetapi juga dari pelanggan online atau daring hingga instansi swasta maupun pemerintah yang memesan dalam jumlah besar atau bulk order.

Meski demikian, Bayu mengakui harga bahan baku kue sempat mengalami kenaikan, terutama telur dan cokelat. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya permintaan sejak momentum Natal, Tahun Baru hingga berbagai hari besar keagamaan. “Kami tetap menyesuaikan harga jual dengan kemampuan membeli masyarakat, sambil menjaga kualitas produk,” tuturnya. (rez)