RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengingatkan para pemudik untuk mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan di ruas Tol Trans Jawa selama periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Sejumlah lokasi diprediksi akan menjadi simpul kepadatan kendaraan karena menjadi pertemuan arus lalu lintas maupun lokasi favorit pengguna jalan untuk beristirahat.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan pihaknya telah memetakan beberapa titik yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi, di antaranya di kawasan KM 48 Tol Jakarta–Cikampek, Rest Area KM 57A, Rest Area KM 52B, dan Rest Area KM 62B yang dikenal sebagai rest area favorit pemudik.
Menurut Ria, titik KM 48 menjadi salah satu lokasi penting karena merupakan titik pertemuan arus kendaraan yang kerap menjadi parameter bagi kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas.
“KM 48 menjadi salah satu titik utama karena di sana biasanya menjadi pertemuan arus kendaraan. Dari parameter volume kendaraan yang melintas, kepolisian dapat menentukan apakah perlu dilakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way,” ujar Ria, Selasa (10/3).
Selain titik tersebut, sejumlah rest area di ruas Tol Jakarta–Cikampek juga diprediksi mengalami lonjakan pengunjung. Rest Area KM 57A, misalnya, kerap menjadi tempat favorit bagi pemudik karena lokasinya yang relatif dekat dari akses keluar wilayah Jakarta.
“Rest area seperti KM 57A, KM 52B, dan KM 62B biasanya menjadi titik favorit pemudik untuk beristirahat. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk mengantisipasi kepadatan melalui skema buka-tutup rest area jika diperlukan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik, Jasa Marga juga telah menyiapkan berbagai dukungan operasional di lapangan, termasuk penambahan armada layanan jalan tol seperti derek dan kendaraan patroli.
Di ruas Jakarta–Cikampek, misalnya, Jasa Marga menambah hingga 15 unit kendaraan layanan, sehingga total armada yang disiagakan mencapai 29 unit.
Sementara pada ruas Jakarta–Cikampek Elevated, disiapkan 8 unit kendaraan layanan, sedangkan di ruas Palimanan–Kanci disiagakan 5 unit kendaraan layanan.
Selain armada, Jasa Marga juga menambah personel operasional yang disiagakan selama 24 jam untuk membantu pengguna jalan. Di ruas Jakarta–Cikampek disiapkan 181 personel, di ruas Jakarta–Cikampek Elevated sekitar 24 personel, serta 30 personel di ruas Palimanan–Kanci.
“Personel on call ini akan selalu siaga selama 24 jam untuk memberikan bantuan kepada pengguna jalan, terutama saat terjadi kepadatan atau kondisi darurat selama periode mudik Lebaran,” kata Ria.
Tak hanya itu, Jasa Marga juga menyiapkan berbagai fasilitas tambahan untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik, seperti layanan top up uang elektronik, penyediaan kartu e-toll, hingga petugas layanan transaksi yang melakukan sistem “jemput bola” di gerbang tol guna mengantisipasi antrean kendaraan.
Untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalan tol, pihaknya juga berkoordinasi intensif dengan kepolisian terkait kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow maupun one way, yang akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan.
Selain itu, Jasa Marga juga menyiapkan sejumlah rest area alternatif bagi pemudik jika rest area utama mengalami kepadatan. Salah satunya berada di sekitar KM 207 yang kerap menjadi lokasi istirahat favorit pemudik dari arah timur menuju Jakarta saat arus balik.
“Kami menyiapkan titik alternatif di luar rest area utama yang memiliki fasilitas serupa seperti masjid, toilet, dan area parkir cukup luas sehingga pemudik tetap bisa beristirahat dengan nyaman ketika rest area utama sudah penuh,” jelasnya.
Sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas, Jasa Marga juga memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada periode tertentu. Diskon tersebut berlaku selama empat hari, yakni 15–16 Maret untuk perjalanan dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung, serta 26–27 Maret untuk perjalanan sebaliknya dari Gerbang Tol Kalikangkung menuju Gerbang Tol Cikampek Utama.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan diskon tarif tol tersebut untuk mengatur waktu perjalanan sehingga tidak menumpuk pada puncak arus mudik,” kata Ria.
Sementara itu, sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, pembatasan operasional kendaraan angkutan barang akan diberlakukan mulai 13 Maret hingga 29 Maret.
Adapun rekayasa lalu lintas berupa one way diperkirakan mulai diterapkan pada 17 Maret untuk arus mudik dan 23 Maret untuk arus balik, tergantung kondisi lalu lintas di lapangan.
Untuk mendukung pelayanan informasi selama periode mudik, Jasa Marga juga membuka posko pelayanan di Cikampek Utama yang mulai beroperasi sejak 13 Maret. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi operasional sekaligus pusat informasi bagi media maupun masyarakat terkait kondisi lalu lintas di Tol Trans Jawa.
Ria menambahkan, pihaknya akan terus memberikan pembaruan informasi lalu lintas kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan siaran pers harian.
“Kami akan terus menyampaikan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas di jalan tol agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” pungkasnya. (rez)











