RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di wilayah Kabupaten Bekasi. Memasuki gelombang pertama, jalur arteri yang menghubungkan Jakarta menuju arah timur terpantau ramai lancar dengan dominasi kendaraan roda dua yang membawa perlengkapan mudik khas, seperti tas besar dan jaket tebal.
Peningkatan arus lalu lintas terlihat sejak Sabtu (14/3) malam. Kendaraan menyemut di sepanjang Jalan Nasional Karawang–Bekasi, mulai dari Tambun, melintasi Cikarang, hingga perbatasan Kedungwaringin. Kepadatan terus meningkat secara bertahap hingga Minggu (15/3), seiring bertambahnya pemudik lokal yang ikut melintas.
Sebagian warga memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan pada puncak arus mudik. Selain karena masa libur sekolah telah dimulai, kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) turut mendorong masyarakat melakukan perjalanan lebih dini.
Yandi (38), pekerja di Cikarang yang hendak menuju Bandung, mengaku sengaja berangkat lebih cepat. Meski jaraknya relatif dekat, suasana di lingkungan rumahnya sudah mulai sepi karena sebagian tetangga telah lebih dulu pulang ke kampung halaman.
“Kebetulan anak juga libur sekolah dari Jumat. Jadi ya sudah mudik saja biar lamaan di kampungnya. Biar ada waktu buat beli baju lebaran dulu,” ucap Yandi, Minggu (15/3).
Hal serupa dilakukan Saepul (36), pemudik asal Tangerang yang menuju Wonosobo dengan sepeda motor. Ia memilih berangkat pada malam hari untuk menghindari cuaca panas sekaligus mendapatkan perjalanan yang lebih tenang.
“Kalau di akhir atau mau deket Lebaran nanti makin padat di jalan, jadinya buru-buru. Lagian sekarang sudah libur juga jadi relatif tenang. Kerjaan sudah beres semua,” kata Saepul.
Meski sempat terjebak kepadatan di sejumlah titik pasar tumpah, Saepul mengaku hal itu tidak terlalu menghambat perjalanan.
“Seperti sekarang sempat macet karena pasar. Tadi juga beberapa kali kena macet, mungkin bareng orang pulang kerja. Tapi tidak apa-apa, semoga ke depannya lancar,” ujarnya.
Sementara, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono mengatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kendaraan pada akhir pekan kedua Maret ini.
“Seturut dengan hasil kajian kami sebelumnya memang di Jumat, Sabtu, dan Minggu ini gelombang pertama mudik. Maka sejak Jumat pukul 00.00 seluruh petugas sudah bersiaga di jalur dan pos-pos yang telah didirikan,” ungkap Sugihartono.
Ia menjelaskan jalur arteri diperkirakan akan didominasi pemudik sepeda motor, sementara kendaraan roda empat lebih banyak menggunakan jalan tol. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada gelombang kedua atau sekitar H-3 Lebaran.
Polisi juga menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas, termasuk penutupan sementara titik putar balik (u-turn) guna meminimalkan hambatan di jalur utama.
“Untuk jalur arteri didominasi kendaraan roda dua karena roda empat masuk tol semua. Akan ada peningkatan namun kami telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengurai kemacetan seperti menutup sementara putaran arah dan menjaga simpul-simpul yang berpotensi terjadi penumpukan kendaraan,” terangnya.
Sugihartono juga mengimbau para pemudik yang merasa lelah agar beristirahat di posko-posko pengamanan yang telah disediakan di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Bekasi. Salah satunya berada di kawasan Gedung Juang Tambun yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi pemudik.
“Jika merasa lelah segera memilih beristirahat. Kami telah menyediakan pos pelayanan yang dapat dimanfaatkan,” pungkasnya. (ris)











