Berita Bekasi Nomor Satu

Cegah Antrean Panjang, Pemkot Bekasi Minta Jadwal Kedatangan Truk Sampah ke TPST Bantargebang Diatur

ANTRE PANJANG: Sejumlah truk sampah DKI mengantre masuk menuju TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (12/3) kemarin. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi meminta adanya pengaturan jadwal kedatangan truk sampah dari  Jakarta ke TPST Bantargebang guna menghindari antrean panjang lima sampai delapan KM yang sempat terjadi di Jalan Raya Narogong menuju lokasi pembuangan sampah tersebut.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, persoalan tersebut telah dibahas saat dirinya bertemu dengan Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung beberapa hari lalu.

Pertemuan itu membicarakan berbagai persoalan pengelolaan sampah, terutama setelah penutupan zona 4 di TPST Bantargebang.

Menurut Tri, penutupan zona tersebut membuat kapasitas pembuangan berkurang sehingga truk-truk sampah harus dialihkan ke zona lain.

“Dengan ditutupnya zona 4 tentu ada kekurangan tempat pembuangan. Belum lagi mobilisasi yang terhambat kalau harus menuju zona 2 dan 3,” ujar Tri, Minggu (15/3).

Kondisi itu sempat memicu antrean truk sampah hingga sekitar delapan kilometer di jalur menuju TPA Bantargebang. Antrean panjang tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan lalu lintas sekaligus menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga.

Tri menjelaskan, air lindi yang menetes dari truk sampah hingga belatung yang jatuh di jalan dapat memicu bau tidak sedap dan mengganggu lingkungan sekitar.

“Ini tentu membahayakan dari sisi keselamatan berlalu lintas, kemudian juga kesehatan masyarakat karena air lindi dan belatung yang jatuh dari truk,” katanya.

Antrean panjang itu juga sempat memicu penolakan warga terhadap truk sampah yang melintas di kawasan tersebut. Namun, menurut Tri, situasi itu terjadi karena pengaturan teknis pada hari pertama belum berjalan optimal.

Karena itu, Pemkot Bekasi meminta agar jadwal kedatangan truk sampah diatur secara bertahap agar tidak datang bersamaan.

“Memang harus ada pembatasan jam kedatangan dan juga volumenya supaya tidak terjadi antrean panjang,” ucapnya.

Tri menambahkan, saat ini kondisi antrean truk sampah menuju TPA Bantargebang sudah mulai terurai setelah dilakukan pengaturan jadwal kedatangan.

Selain itu, pemerintah juga tengah memikirkan sejumlah alternatif pengolahan sampah, termasuk optimalisasi fasilitas pengolahan seperti RDF sebagai solusi jangka panjang.

Di sisi lain, rencana penambahan lahan sekitar sembilan hektare di kawasan TPA Bantargebang juga tengah disiapkan untuk menambah kapasitas pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Dengan langkah tersebut, diharapkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat berjalan lebih tertib tanpa menimbulkan antrean panjang maupun gangguan bagi masyarakat sekitar. (rez)