Berita Bekasi Nomor Satu

BPBD Kabupaten Bekasi Imbau Pemudik Waspadai Cuaca Ekstrem

ILUSTRASI: Foto udara kepadatan lalu lintas pemudik melintasi Gedung Juang Tambun, Jalan Diponegoro,Tambun Selatan, Minggu (15/3). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Para pemudik yang melintasi jalur Kabupaten Bekasi diimbau meningkatkan kewaspadaan pada puncak arus mudik gelombang kedua yang diprediksi mulai terjadi pada Rabu (18/3) malam. Imbauan ini disampaikan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih melanda wilayah tersebut hingga pertengahan Maret.

Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang di sejumlah titik jalur utama mudik.

Peringatan tersebut sejalan dengan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meski kondisi cuaca secara umum masih terlihat kondusif, potensi perubahan cuaca secara mendadak tetap menjadi ancaman bagi para pengguna jalan yang hendak menuju kampung halaman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengingatkan pemudik agar mengutamakan keselamatan dan tidak mengambil risiko berbahaya saat menghadapi kendala cuaca maupun bencana di perjalanan.

“Apabila pemudik menemukan kondisi banjir atau longsor di jalur perjalanan, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk menerobos. Pengendara disarankan berhenti terlebih dahulu di tempat yang aman atau mencari jalur alternatif guna menghindari risiko yang lebih besar,” kata Dodi, Senin (16/3).

Selain ancaman banjir, Dodi juga mengingatkan masyarakat mengenai langkah penyelamatan diri jika sewaktu-waktu terjadi angin puting beliung atau gempa bumi saat sedang berkendara.

“Dalam kondisi tersebut, pengendara disarankan segera turun dari kendaraan dan mencari tempat perlindungan yang aman serta menjauhi bangunan tinggi, tiang listrik, dan bentangan kabel listrik yang berpotensi membahayakan,” tambahnya.

Di samping itu, kedisiplinan dalam berlalu lintas juga menjadi hal penting. Pemudik diminta tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk atau kelelahan. Fasilitas posko mudik dan rest area yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk beristirahat.

“Pemudik juga perlu menyiapkan perbekalan seperti makanan, minuman, serta obat-obatan atau kotak P3K guna mengantisipasi kebutuhan selama perjalanan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” terang Dodi.

Berdasarkan pemetaan Polres Metro Bekasi, lanjut Dodi, pergerakan arus mudik tahun ini terbagi dalam dua fase. Gelombang pertama telah berlangsung sejak Jumat (13/3), dipicu oleh dimulainya masa libur sekolah serta tren work from anywhere (WFA). Sementara itu, gelombang kedua diperkirakan memuncak menjelang hari raya.

Untuk mengawal kelancaran aktivitas warga, BPBD Kabupaten Bekasi menyiagakan Posko Kolaborasi Arus Mudik dan Arus Balik Idulfitri 1447 H yang beroperasi pada 15–28 Maret 2026. Terdapat tiga titik posko penanganan darurat, yakni di Mako BPBD sebagai posko utama, halaman Gedung Juang Tambun sebagai posko kolaborasi yang bersinergi dengan Posko Operasi Ketupat Jaya Polres Metro Bekasi yang melibatkan TNI, Dishub, Dinkes, hingga relawan Pramuka, serta halaman Kantor Dinas Pemadam Kebakaran yang difungsikan sebagai pusat koordinasi relawan kebencanaan.

“Posko dibentuk sebagai pusat koordinasi bersama berbagai unsur pemerintah, relawan, serta instansi terkait guna memberikan pelayanan, pemantauan, dan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat selama periode mudik Lebaran,” pungkas Dodi. (ris)