RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan akan dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2026. Jalur bebas hambatan ini dioperasikan sementara untuk membantu memecah kepadatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek yang selama ini menjadi jalur utama pemudik.
Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan, Charles Lendra, mengungkapkan bahwa skema fungsional tersebut difokuskan bagi pengendara yang datang dari arah Tol Cipularang. Dengan dialihkannya sebagian arus kendaraan ke Japek II Selatan, diharapkan kemacetan di titik pertemuan tol eksisting dapat diminimalisir.
Meski kesiapan fisik jalan sudah rampung sejak 15 Maret, Charles menegaskan waktu operasional di lapangan tetap berada di bawah kendali pihak kepolisian.
“Sejak tanggal 15 (Maret) kemarin Tol Japek Selatan sudah siap dilintasi meski memang penggunaannya untuk arus balik nanti. Akan tetapi kami menyiapkan diri,” ucap Charles, Senin (16/3).
Berbeda dengan periode mudik tahun 2025, akses fungsional kali ini memiliki jangkauan lebih panjang, yakni sekitar 52 kilometer. Jalur dimulai dari Gerbang Tol (GT) Sadang di ruas Tol Cipularang hingga wilayah Setu, Kabupaten Bekasi.
Dari titik tersebut, pemudik dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 melalui ruas Tol Cimanggis–Cibitung dengan memanfaatkan akses keluar di Setu.
“Saat ini belum tersambung secara langsung dari Japek Selatan ke Cimanggis-Cibitung. Tapi pengendara bisa keluar dulu melalui ke Setu lalu masuk lagi ke GT Burangkeng. Karena jaraknya sangat dekat sekitar 100-150 meter,” tambahnya.
Selama dioperasikan secara fungsional, pengendara tidak dikenakan biaya tambahan. Transaksi hanya dilakukan di GT Sadang untuk melunasi tarif Tol Cipularang, sedangkan perjalanan dari Sadang hingga Setu tidak dipungut tarif.
Selain titik akhir di Setu, pengelola juga menyiapkan tiga gerbang tol keluar alternatif, yakni GT Kutanagara di Karawang, GT Bojongmangu, serta GT Sukaragam di Serangbaru.
Dari ketiga pilihan tersebut, GT Bojongmangu diprediksi menjadi titik yang paling banyak digunakan pengendara. Selain memiliki kapasitas gerbang yang lebih besar, jalur arteri dari lokasi tersebut terhubung langsung dengan kawasan industri Deltamas. Akses ini memudahkan pengendara untuk kembali masuk ke Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cikarang Pusat atau GT Cibatu.
Charles juga memastikan kondisi jalan kini lebih siap dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu ditunjang dengan optimalisasi penerangan jalan umum (PJU) serta pemasangan rambu-rambu yang lebih lengkap.
Selain itu, pengelola juga menyediakan fasilitas istirahat berupa parking bay yang berada setelah GT Bojongmangu. Di lokasi tersebut tersedia modular BBM bagi kendaraan yang kehabisan bahan bakar, serta tempat istirahat dengan makanan, minuman, dan produk UMKM.
“Selain tersedia juga rest area dalam bentuk parking bay yang titiknya setelah GT Bojongmangu. Tersedia modular BBM bagi pengendara yang mobilnya kehabisan bahan bakar, ada juga tempat istirahat dapat makanan, minuman, produk UMKM,” imbuhnya.
Untuk mendukung keamanan dan kelancaran lalu lintas, sebanyak 12 titik kamera pengawas telah dipasang guna memantau kondisi jalan secara real-time. Sejumlah armada operasional juga disiagakan selama 24 jam, mulai dari mobil patroli, ambulans, tim rescue, hingga mobil derek untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan. (ris)











