RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hari Raya Idulfitri merupakan memontem yang tepat untuk mempererat tali silaturahim juga saling memaafkan. Salah satu tanda orang yang bertakwa kepada Allah adalah mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Hal ini sebagaimana telah ditegaskan dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 134, “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
Bermaaf-maafan bukanlah hanya sekedar tradisi tahunan yang sudah turun temurun, tetapi ini merupakan ajaran mulia dalam Islam. Imam Jalaludin Abdurahman menuturkan bahwa setiap ajaran Islam selalu mengandung kemasalahatan baik dari segi agama, keturunan, jiwa, akal maupun harta.
Terkait dengan perintah menjalin tali silaturahim dan memaafkan kesalahan orang lain, terdapat hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam At-Thabarani, Rasulullah saw bersabda, “Wahai Uqbah, aku kabarkan kepadamu akhlak terbaik penghuni dunia dan akhirat: saat kamu mau menyambung hubungan orang yang memutuskannya, memberikan sesuatu orang yang menjauhkanmu, dan memaafkan kesalahan orang yang menzalimimu.”
Dalam hadits lain disebutkan, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah sedekah mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan. Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim)
Hadits ini menerangkan bahwa sikap memberi maaf bukanlah seseorang akan menjadi lebih hina dan lemah karena harga dirinya diinjak-injak, tanpa adanya perlawanan. Justru dengan memberi maaf kesalahan orang lain akan dicintai, disukai, dan dimuliakan oleh orang-orang sekitarnya, dan ia berada di puncak kesempurnaan ketakwaan seorang muslim. (*)











