Berita Bekasi Nomor Satu

Dewan Ahmadi: Pendatang Baru ke Kota Bekasi Jangan Hanya Modal Nekat

BALIK: Sejumlah warga pendatang tiba di Terminal Induk Bekasi pada masa arus balik, kemarin. FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Arus balik Lebaran tak hanya membawa pemudik kembali, tetapi juga gelombang pendatang baru ke Kota Bekasi. Tanpa persiapan matang, lonjakan ini berpotensi memicu masalah sosial baru.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, menegaskan pemerintah hingga tingkat RT/RW harus siaga menghadapi fenomena tersebut. Ia menekankan pentingnya kesiapan pendatang baru, baik dari sisi keterampilan maupun kelengkapan administrasi kependudukan.

“Kalau hanya bermodal nekat, dikhawatirkan akan memicu persoalan sosial baru,” ujarnya, Selasa (24/3).

Menurutnya, dokumen kependudukan menjadi kunci utama karena berkaitan langsung dengan akses layanan publik dan fasilitas pemerintah. Selain itu, keberadaan keluarga atau relasi di daerah tujuan juga dinilai penting sebagai penopang awal kehidupan pendatang.

Ahmadi juga meminta pengurus lingkungan aktif melakukan pendataan warga baru sebagai langkah antisipasi.

“RT/RW harus mendata dan melaporkan. Minimal kita punya data jika terjadi sesuatu,” katanya.

Ia mengingatkan, ketersediaan lapangan pekerjaan di Kota Bekasi belum mampu menampung seluruh pencari kerja. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius, baik bagi pendatang maupun pemerintah daerah.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan kota ini tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan menetap. Namun, ia mengingatkan pendatang agar tidak datang tanpa bekal kemampuan.

“Pendatang harus punya keterampilan dan kesiapan untuk bersaing,” tegasnya.

Menurut Tri, persaingan kerja di Bekasi kian ketat seiring terbatasnya lapangan pekerjaan. Meski demikian, ia memastikan masih banyak peluang di berbagai sektor ekonomi yang bisa dimanfaatkan.

“Masih ada peluang dan harapan. Tapi harus disiapkan skill, stamina, fisik, dan kesehatan,” tandasnya. (sur)