Berita Bekasi Nomor Satu

Lucinta Luna Pilih Tampil Maskulin di Momen Idul Fitri 2026: Aku Hanya Seorang Pendosa

Potret Lucinta Luna di Momen Lebaran 2026. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Perayaan bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026 menjadi momen penuh makna bagi Lucinta Luna. Sosok yang dikenal luas di dunia hiburan ini mengaku mendapatkan banyak hikmah sekaligus pelajaran hidup dari perjalanan spiritualnya selama periode tersebut.

Dalam suasana Idul Fitri yang sarat dengan nilai refleksi dan kembali ke fitrah, Lucinta Luna melakukan perenungan mendalam mengenai jati diri dan makna kehidupan.

Dari proses tersebut, ia mengungkapkan sebuah keputusan besar, yakni keinginan untuk kembali kepada kodratnya sebagai laki-laki. Keputusan ini bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari pergulatan batin dan pencarian spiritual yang cukup panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Lucinta Luna melalui unggahan di akun Instagram pribadinya bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 2026.

Dalam unggahan itu, ia memperlihatkan sisi yang berbeda dari penampilannya selama ini. Jika biasanya ia tampil dengan identitas feminin, kali ini ia mengenakan busana muslim laki-laki lengkap, baju koko, sarung, dan peci tanpa riasan wajah.

Momen tersebut terjadi saat ia melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah di sebuah masjid di Seoul, Korea Selatan. Yang menarik perhatian, Lucinta Luna berdiri di barisan shaf laki-laki, sesuatu yang ia sebut sebagai langkah kecil namun penuh keberanian dalam perjalanan imannya.

Dalam keterangannya, ia menuliskan bahwa pengalaman tersebut menjadi titik penting dalam hidupnya. Ia menyadari bahwa perubahan penampilan yang ia tunjukkan bukan sekadar fisik, melainkan bagian dari proses spiritual untuk menemukan kembali jati diri yang sesungguhnya.

Baca Juga: Aghnia Punjabi Diserang Netizen Usai Pakai Foto Vidi Aldiano untuk Endorse, Berujung Permohonan Maaf!

“Di momen Idul Fitri ini, untuk pertama kalinya saya memberanikan diri menunaikan sholat ied berjamaah di masjid di Negri Sebrang, berdiri di barisan shaf laki-laki, itu adalah sebuah langkah keberanian kecilku, seperti penuh makna dalam perjalanan imanku,” tulisnya.

Lebih lanjut, Lucinta Luna juga menyampaikan harapan dan doa agar langkah barunya ini dapat membawanya menuju kehidupan yang lebih baik. Ia ingin memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mengurangi rasa malu dan gengsi untuk kembali kepada fitrah yang diyakininya telah ditetapkan sejak lahir.

“Semoga dari sini aku bisa perlahan memperbaiki diri, menjalani ibadah dengan lebih baik, dan mengurangi rasa malu serta gengsi untuk kembali kepada fitrah yang telah Allah tetapkan sejak aku lahir,” imbuhya.

Menariknya, ia juga mulai kembali menggunakan nama aslinya, Muhammad Fatah, nama yang sebelumnya sempat ia tinggalkan. Kini, ia justru mengungkapkannya dengan penuh keyakinan sebagai bagian dari identitas yang ingin ia terima kembali.

“Meski aku hanya seorang pendosa yang tak luput dari penyimpangan, izinkan aku, Muhammad Fatah, di hari yang suci ini untuk beribadah lebih dekat kepadamu Ya Allah,” ungkapnya dengan penuh kerendahan hati.

Ia pun menutup refleksinya dengan harapan bahwa momen Idul Fitri yang hanya datang setahun sekali ini dapat menjadi titik awal perubahan yang lebih baik dalam hidupnya.

Bagi Lucinta Luna, perjalanan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses panjang untuk menjadi pribadi yang lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual dan keimanan. (ce2)