RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengurus Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi mengakui adanya dampak internal pasca Kongres VII dan Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) pada Februari 2026 lalu.
Sejumlah pengurus dan kader Partai Buruh terlibat dalam kongres tersebut dan memiliki pilihan berbeda dalam pemilihan Presiden FSPMI. Kongres sempat ricuh ketika kubu Abdul Bais tidak menerima kekalahan calon mereka, Suparno, dalam pemilihan yang dilakukan melalui mekanisme voting.
“Kalau ada apa enggaknya, mungkin sedikit banyaknya ada pengaruh karena ada sebagian teman-teman dari kubu yang lain juga,” ujar Sekretaris Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi, Guntoro, kepada Radar Bekasi.
Secara prinsip, Guntoro mengatakan apabila ada anggota atau pengurus yang memilih keluar dari Partai Buruh, hal itu merupakan hak masing-masing. Namun, hingga kini belum ada pihak yang menyatakan secara resmi keluar baik melalui surat maupun komunikasi langsung.
Guntoro menegaskan, Partai Buruh dan serikat pekerja atau buruh memiliki basis hukum yang berbeda, yakni dari sisi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Karena itu, ia berharap hubungan antara kedua pihak tetap harmonis dan bersinergi.
“Tentu di serikat pekerja, serikat Buruh, kita berharap semuanya bisa berjalan lancar, solid. Kalau pun ada hal-hal yang bisa memungkinkan dirajut kembali, atau dengan apalah, harapannya bisa bersatu, bisa disikapi secara profesional,” ungkapnya. (pra)











