RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi bakal memanfaatkan ruangan kosong RSUD untuk menambah kapasitas kamar rawat inap. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan masih banyak ruang kosong di RSUD yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ruang-ruang tersebut, terutama di bagian belakang Gedung Asoka, akan dialihfungsikan menjadi ruang rawat inap.
“Ruangan belakang di Asoka itu banyak ruangan yang kosong juga. Ke depannya ruangan itu kita memanfaatkan untuk rawat inap,” ujar Asep saat meninjau pelayanan di RSUD Kabupaten Bekasi, Rabu (25/3).
Menurut Asep, pemanfaatan ruang yang ada dinilai lebih efektif dan efisien ketimbang membeli lahan baru yang membutuhkan biaya besar.
“Jadi kita ngapain beli lahan mahal-mahal,” ucap Asep.
Selain itu, Asep mengatakan, pihaknya juga tengah merancang transformasi sistem pelayanan melalui metode klasterisasi gedung. Setiap jenis penyakit direncanakan ditangani di gedung terpisah untuk mengurangi risiko penularan sekaligus mempermudah penanganan medis.
“Ke depannya kita ingin diadakan klaster penyakit. Misalnya penyakit infeksi menular satu gedung, penyakit internis satu gedung, bedah satu gedung. Jadi nanti tidak bercampur ruangannya,” kata Asep.
Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan pada kondisi infrastruktur bangunan lama. Sejumlah ruang mengalami kerusakan, seperti atap bocor, sehingga belum dapat digunakan secara optimal.
“Saya juga melihat banyak sekali ruangan-ruangan yang memang termakan usia yang sudah bocor. Akhirnya tidak bisa dipergunakan karena khawatir jebol. Nah ini pekerjaan rumah ke depannya terkait anggaran,” ungkap Asep.
Asep menegaskan, perbaikan fasilitas kesehatan akan menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana tidak bisa ditunda karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
“Insya Allah kita siap. Karena ini kan menyangkut pelayanan kesehatan masalah nyawa. Jadi ini kita prioritaskan kedepannya terkait pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (ris)











