Berita Bekasi Nomor Satu

Setelah Banjir, Kota Bekasi Bersiap Hadapi Kemarau

KEMARAU : Warga memanfaatkan aliran Kali Bekasi yang kering untuk mencuci pakaian, belum lama ini. Bekasi diprediksi akan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belum lama keluar dari ancaman banjir, Kota Bekasi kini dihadapkan pada tantangan baru: kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dan lebih kering. Pemerintah diminta tak lengah dan mulai bersiap dari sekarang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di Jawa Barat akan maju dari jadwal normal dengan intensitas kekeringan lebih tinggi. Meski demikian, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda kekeringan ekstrem di wilayahnya.

“Sejauh ini belum terlihat, karena kita masih memiliki aliran sungai seperti Kali Bekasi, Kali Sunter, dan Kali Cakung,” ujarnya, Senin (30/3).

Namun, ia menegaskan langkah antisipasi harus segera dilakukan. Pemkot Bekasi mendorong masyarakat mulai bijak menggunakan air dan mengoptimalkan sumber air yang tersedia, termasuk air permukaan.

“Kita harus mulai menghemat dan memaksimalkan sumber air yang ada,” tegasnya.

Selain itu, pembangunan sumur resapan di sejumlah titik disebut menjadi bagian dari strategi menjaga cadangan air tanah, baik untuk menghadapi kemarau maupun mengendalikan banjir saat musim hujan.

“Sumur resapan ini menjadi cadangan air saat kemarau dan juga membantu mengurangi risiko banjir,” jelasnya.

Hingga awal pekan ini, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Bekasi. Namun BMKG memprediksi sebagian daerah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April, sementara Jawa Barat diperkirakan menyusul pada Mei.

Pemprov Jawa Barat pun telah mengingatkan seluruh daerah untuk bersiap menghadapi potensi kemarau panjang, termasuk menjaga ketersediaan air dan stabilitas produksi pangan.(sur)