RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah tetangga mengaku tidak mendengar adanya cekcok sebelum penemuan mayat dalam freezer atau mesin pendingin di kios ayam geprek, Perumahan Mega Regency Blok D33, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Sabtu (29/3). Korban, AH (39), dikenal sebagai petugas keamanan ruko sekaligus pekerja lepas di kios tersebut.
Jasad korban pertama kali ditemukan AL, pemilik kios, dalam kondisi terbungkus plastik di dalam freezer. Saat ditemukan, tubuh korban sudah tanpa tangan dan kaki. Belakangan, bagian anggota tubuh itu ditemukan di Kabupaten Bogor.
Bintang (39), pemilik kios servis handphone yang berada tepat di samping lokasi kejadian, mengaku tidak mencium gelagat mencurigakan sejak membuka tokonya pada Senin (23/3) lalu. Ia juga tidak mendengar perselisihan antar karyawan sebelum penemuan jasad tersebut.
“Kalau masalah itu (cekcok) dengan karyawan lain kurang tahu juga,” ucap Bintang saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (30/3).
Selama dua setengah tahun bertetangga, Bintang mengenal korban, yang akrab disapa Pak Bedul, sebagai sosok berdedikasi. Korban kerap tinggal di kios, tetapi interaksi Bintang lebih banyak dengan AH dibandingkan kedua karyawan, S (27) dan DA alias ANS (24), yang kemudian diketahui sebagai terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi tersebut.
“Kalau yang dua itu saya kurang kenal. Tapi kalau kenal muka, ya kenal karena sering saya lihat dagang di depan. Kalau secara pribadi, enggak kenal banget,” katanya.
Bintang menjelaskan, keseharian korban sangat kontras dengan nasib tragis yang dialaminya. Selama hidup, setiap pagi korban sudah memulai aktivitasnya dengan rajin, memastikan kios siap sebelum karyawan lain tiba untuk bekerja.
“Orangnya baik, ramah. Tiap pagi jam 8 itu sudah beres-beres masukin sayuran, chicken, bersih-bersih, lalu kadang-kadang sering nyapu. Orangnya ramah, rajin. Kadang-kadang di sini pagi, karyawan yang datang sudah tinggal dagang,” kenang Bintang.
Peristiwa ini mulai terendus pada Sabtu pekan lalu ketika polisi mendatangi lokasi. Namun, masyarakat saat itu baru mengetahui adanya pembobolan ruko, bukan pembunuhan. Dua sepeda motor operasional toko juga hilang.
“Pas Sabtu saya datang ke sini buka toko, tiba-tiba ramai polisi. Tapi saya tanya polisinya, masih dirahasiakan. Dibilanginnya itu pembobolan ruko. Masyarakat sendiri juga tahunya pembobolan ruko,” jelasnya.
Sementara itu, rekan korban, Aang Wijaya (38), mengungkap AH selama ini hidup dengan menumpang dan membantu aktivitas di kios. Korban tidak memiliki pekerjaan tetap dan kerap mengisi waktu dengan hal sederhana, seperti bernyanyi atau sekadar berkumpul di sekitar lokasi. Namun, ia tidak segan membantu pekerjaan ringan ketika karyawan lain sibuk.
“Sudah sekitar 2,5 tahun dia di sini. Istilahnya numpang hidup, numpang makan ke bos. Kalau ada waktu kosong atau yang lain sibuk, dia suka bantu-bantu. Pekerjaan ringan saja,” tutur Aang.
Sehari-hari, aktivitas AH sederhana. Ia lebih banyak menghabiskan waktu ngopi dan merokok di sekitar kios. Meski dikenal baik, korban sempat memiliki persoalan pribadi, tetapi cenderung tertutup. Identitas lengkapnya pun tidak banyak diketahui warga sekitar.
“Dia ada cerita masalah, tapi ditutup-tutupi. Orangnya baik, tetangga juga sering bilang begitu. Dia suka bantu,” ungkap Aang.
Aang mengaku terakhir berkomunikasi dengan korban sekitar tiga bulan lalu. Setelah itu, korban terlihat lebih sibuk membantu pekerjaan di kios ayam geprek, yang memiliki tiga pekerja, dua sudah lama bekerja dan satu karyawan baru.
Mengenai penemuan jasad Bedul di dalam freezer, Aang tidak mengetahui kronologi pasti dan baru mendapat kabar setelah lokasi kejadian ditutup.
“Saya kurang paham kejadiannya. Waktu saya disini, tempatnya sudah tertutup. Awalnya dengar ada motor hilang, motor bos katanya,” katanya.
Sementara, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengungkap pihaknya telah menangkap dua terduga pelaku, S dan ANS. Keduanya bekerja di kios ayam geprek sebagai pelayan dan juru masak.
Rahim membenarkan korban dimutilasi saat ditemukan di dalam freezer tanpa kaki dan tangan. Potongan anggota tubuh korban kemudian ditemukan di wilayah Cariu, Bogor.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan pemilik kios, diketahui dua unit sepeda motor serta uang tunai sekitar Rp 500 ribu raib dibawa pelaku. Saat ini polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan disertai mutilasi tersebut.
“Kedua pelaku adalah rekan kerja korban,” pungkasnya. (ris)











