RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kualitas gizi dan keamanan pangan bagi penerima manfaat.
Hal itu disampaikan Harris saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi MBG di Ballroom Hotel Santika Harapan Indah, Kota Bekasi, Selasa (31/3).
Rapat dipimpin Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional Mayjen (Purn) TNI Dadang Hendrayuda, serta dihadiri unsur Forkopimda dan dinas terkait.
Dalam arahannya, Dadang menegaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan strategis Presiden RI yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan generasi emas Indonesia. Ia meminta seluruh pemerintah daerah berperan aktif agar program berjalan efektif dan merata.
Harris menyatakan, Pemkot Bekasi siap mengambil peran melalui pendampingan, mitigasi risiko, serta pengawasan di setiap tahapan pelaksanaan program.
“Harus memenuhi itu semua agar kasus yang tidak kita inginkan tidak terjadi atau terulang kembali. Menjamin pemenuhan asupan yang sehat, bersih dan mutunya harus baik,” ujar Harris dalam keterangan, Selasa (31/3).
Ia menambahkan, dapur MBG wajib memenuhi standar ketat, mulai dari sertifikasi halal, laik higiene sanitasi, hingga memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Selain itu, pengolahan makanan harus dilakukan oleh tenaga yang kompeten dan didukung sistem pengendalian bahaya pangan.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas penguatan sistem monitoring pemenuhan gizi dan penerima manfaat, serta evaluasi pelaksanaan program di daerah.
Pemkot Bekasi menyambut baik program MBG sebagai upaya mendukung terwujudnya generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam penurunan angka stunting dan kemiskinan. (rez)











