RADARBEKASI.ID, BEKASI – Empat rumah di Kampung Kaum RT 01 RW 05, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, rusak akibat tergerus erosi Kali Cikarang. Kondisi itu memaksa tiga kepala keluarga yang menghuni rumah tersebut pindah ke tempat lebih aman dengan mengontrak karena khawatir terhadap keselamatan jiwa.
Warga terdampak, Puput (30), menuturkan kerusakan terjadi secara bertahap saat debit air sungai meningkat akibat tingginya curah hujan. Ia mengingat peristiwa pada Juli 2025, ketika terdengar suara gemuruh sebelum tembok belakang rumahnya ambruk saat anak dan orang tuanya terlelap.
Pengikisan tanah tersebut terjadi berulang hingga kini hampir seluruh bagian rumahnya terdampak.
“Pelan-pelan, awalnya dapur, terus kamar mandi. Yaudah sekarang udah abis, sampai tembok belakang rumah,” ujarnya, Rabu (1/4).
Rumah yang diklaim telah bersertipikat itu kini ditinggalkan karena tidak lagi layak huni, meski sebagian barang masih tertinggal. Puput bersama anak dan orangtuanya menyewa rumah kontrakan seharga Rp600 ribu per bulan.
“Sekarang kita ngontrak nggak terlalu besar. Barang-barang nggak bisa dibawa semua” kata Puput.
Ia menuturkan, jarak rumahnya dengan bibir sungai sebelumnya cukup jauh. Namun, akibat erosi, rumah tersebut kini berada di tepi aliran sungai.
“Awalnya adalah 700 meteran (jarak rumah dengan bibir sungai,” ujarnya.
Puput berharap pemerintah segera melakukan penanganan, seperti betonisasi bantaran Kali Cikarang, agar erosi tidak meluas ke permukiman warga lainnya. Ia juga berharap rumah masa kecilnya dapat dibangun kembali sehingga bisa ditempati tanpa kekhawatiran akan erosi.
“Kita udah pengaduan sama Pak Lurah, RW, dan RT, cuma katanya nunggu ada anggaran dari Pemda,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kalijaya, Ramdan, mengatakan pemerintah desa telah melakukan langkah darurat, antara lain menyalurkan bantuan sembako serta melaporkan kejadian tersebut kepada dinas terkait dan pemerintah daerah.
Namun, ia mengakui keterbatasan kewenangan dan anggaran, terutama untuk penanganan fisik bangunan di lokasi yang berada di zona rawan bencana.
“Untuk bantuan-bantuan berupa rumah-rumah yang dibangun itu mungkin tidak bisa, karena itu sudah longsor dan tanah juga terkikis dengan air,” kata Ramdan.
Ia menyebutkan, sedikitnya empat rumah dari tiga kepala keluarga terdampak erosi di wilayah tersebut. Sebagian besar warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, meski masih ada yang bertahan di area berisiko.
“Rata-rata sudah pindah, tapi ada beberapa yang masih bertahan,” ujarnya.
Ia mengimbau warga menjaga lingkungan, antara lain dengan tidak membuang sampah sembarangan, untuk mengurangi risiko banjir dan erosi. Menurutnya, warga berharap adanya bantuan karena rumah yang terdampak berdiri di atas tanah milik pribadi yang sah.
“Sudah hak milik semua,” pungkas Ramdan. (ris)











