Berita Bekasi Nomor Satu

Kios Elektronik Ludes Imbas Kebakaran SPBE di Cimuning, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi saat memadamkan api bangunan ruko imbas kebakaran SPBE di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Rabu (1/4). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADAR BEKASI.ID, BEKASI – Kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan  Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu malam (1/4), merembet ke rumah dan kios usaha milik warga sekitar lokasi.

Salahsatunya kios elektronik milik Nanang. Tempat usahanya ludes dilalap api dalam insiden tersebut.

Ia mengaku mengalami kerugian besar akibat peristiwa tersebut. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta, termasuk uang tabungan yang tersimpan di dalam kios.

“Kerugian kurang lebih Rp500 juta. Di dalam juga ada tabungan saya sekitar Rp60 juta,” ujar Nanang di lokasi, Kamis (2/4) dini hari.

Ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Namun, sebelum kebakaran dan ledakan terjadi, ia sempat mencium bau gas menyengat yang menyebar ke lingkungan sekitar.

“Kurang tahu penyebabnya, saya juga kaget,” katanya.

Menurut Nanang, bau gas tersebut sudah tercium sekitar setengah jam sebelum akhirnya terjadi ledakan besar yang memicu kebakaran hebat.

“Ada sekitar setengah jam bau gas, merambat dulu baru ledakan dahsyat,” ucapnya.

Saat kejadian, Nanang tidak berada di kiosnya karena sudah tutup sejak pukul 20.00 WIB. Ia mengetahui peristiwa itu setelah mendapat kabar dari warga sekitar.

“Yang ngasih tahu orang-orang. Saya tahu warung rusak sekitar jam setengah 10 malam,” katanya.

Mendapat informasi tersebut, ia langsung panik dan bergegas menyelamatkan keluarga serta aset yang masih bisa diamankan.

“Saya panik, langsung amankan mobil dan anak-anak, takut kena ledakan,” ujarnya.

Kini, ia berharap ada perhatian dari pihak terkait, termasuk kemungkinan kompensasi atas kerugian yang dialaminya.

“Harapannya ada kompensasi,” tandasnya (rez)

 

 

 

 

 

 

Kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di  Cimuning, Mustikajaya, Rabu (1/4), berhasil dipadamkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

 

 

“Api sudah padam,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo, Wahyu Bintoro, kepada wartawan di lokasi.

 

 

Hingga Kamis (2/4) dini hari, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian. Kobaran api yang dilaporkan muncul sekitar pukul 21.00 WIB sempat membesar disertai kepulan asap tebal yang terlihat dari berbagai titik serta beberapa kali ledakan.

 

 

Kondisi tersebut memicu kepanikan warga sekitar yang berusaha menjauh dari lokasi kejadian. Belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani peristiwa tersebut.

 

 

“Ada sekitar 10 Damkar lebih karena tadi juga cukup besar,” ucapnya.

 

 

Api sempat menjalar ke rumah warga dan kios usaha sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas. Hingga kini, jumlah warga dan rumah yang terdampak masih dalam proses pendataan.

 

 

“Korban masih dilakukan pendataan. Sementara ini data di kami ada 12 orang, tersebar di beberapa rumah sakit. Rata-rata mengalami luka bakar sekitar 60, 70 persen,” katanya.

 

 

Kapolres belum dapat menjelaskan kronologi serta penyebab kebakaran kejadian. Pihaknya masih melakukan penyelidikan.