Berita Bekasi Nomor Satu

Pemilih di Kabupaten Bekasi Capai 2,4 Jiwa, Bertambah 190 Ribu dari Pilkada 2024

PLENO: KPU Kabupaten Bekasi saat melaksanakan pleno pemutakhiran data pemilih berkelanjutan triwulan 1 2026, Rabu (1/4). FOTO: KARSIM PRATAMA/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi mencatat lonjakan jumlah pemilih berdasarkan hasil pleno pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) triwulan I 2026.

Hasil pleno menetapkan jumlah pemilih mencapai 2.437.228 jiwa. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2024 yang berjumlah 2.251.856 jiwa.

“Kalau kita bandingkan di DPT pada Pilkada terakhir 2.251.856, dan sekarang 2.437.228, selisihnya luar biasa hampir 190 ribu,” ujar Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Ali Rido, kepada Radar Bekasi usai pleno pemutakhiran data pemilih berkelanjutan triwulan 1 tahun 2026, Rabu (1/4).

Ali menjelaskan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dilakukan berdasarkan PKPU Nomor 1 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, KPU RI melalui KPU Jawa Barat menginstruksikan KPU kabupaten/kota untuk melakukan pemutakhiran daftar pemilih setiap tiga bulan.

Pada triwulan I 2026, data awal yang diterima dari KPU RI melalui aplikasi mencatat 30.670 pemilih baru. Namun, setelah dilakukan verifikasi, sekitar 11 ribu data dinyatakan tidak valid karena faktor meninggal dunia, data ganda, serta status sebagai TNI/Polri.

“Dari 30 ribu data pemilih baru dari KPU RI, 11 ribu itu terdapat data-data yang anomali, ganda, meninggal, dan lain sebagainya, sehingga kita kategorikan data yang tidak masukan untuk jumlah pemilih triwulan pertama, yang masuk hanya 19 ribuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pergerakan data pemilih dalam program pemutakhiran berkelanjutan terbilang cepat dibandingkan saat penyusunan DPT Pilkada 2024. Sepanjang 2025, KPU Kabupaten Bekasi telah menggelar empat kali rapat pleno.

“Pergeseran dari data triwulan 4 2025 sebanyak 2.418.196, menjadi saat ini triwulan pertama 2026 di angka 2.437.228, terdapat lonjakan data yang sangat luar biasa hampir kurang lebih 19 ribu sekian, dalam jangka waktu tiga bulan,” jelasnya.

“Ini menjadi catatan untuk kami memelihara dan memutakhirkan validitas data tersebut untuk kebutuhan di Pemilu 2029 nanti,” sambungnya. (pra)