RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kabar kepergian Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 meninggalkan luka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga industri hiburan Tanah Air.
Sosoknya yang dikenal selalu positif dan penuh semangat harus berpulang setelah perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang telah diidapnya selama beberapa tahun terakhir.
Di tengah suasana duka yang masih terasa, muncul fenomena yang justru menuai sorotan. Sejumlah pihak dinilai mencoba memanfaatkan momen tersebut untuk mencari perhatian, bahkan keuntungan pribadi.
Hal ini dibahas secara tegas oleh Deddy Corbuzier dalam podcast Podhub episode khusus mengenang Vidi yang dirilis pada Sabtu (4/4/2026).
Dalam pernyataannya, Deddy mengingatkan publik agar tetap menghormati sosok Vidi dengan cara yang wajar, tanpa perlu melebih-lebihkan hingga menciptakan cerita yang tidak sesuai fakta. Ia menilai, belakangan ini mulai bermunculan narasi yang terkesan dibuat-buat demi menarik perhatian publik.
“Sekarang bicara baik-baik aja tentang Vidi, tapi stop berlebihan terhadap hal tersebut,” ujar Deddy dalam pernyataannya, dikutip Senin (6/4).
Menurut Deddy, ada pihak-pihak yang sengaja “mengarang” cerita atau membangun kedekatan palsu dengan almarhum demi mendulang eksposur. Fenomena ini, kata dia, semakin marak karena didorong oleh algoritma media sosial yang sedang ramai membahas Vidi.
“Kadang-kadang ada yang ngarang-ngarang, ada yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini,” lanjutnya.
Ia juga menyinggung kemunculan orang-orang yang sebelumnya tidak dikenal dekat dengan Vidi, namun tiba-tiba tampil seolah memiliki hubungan personal. Bagi Deddy, tindakan seperti itu tidak menunjukkan empati, terutama kepada keluarga yang sedang berduka.
“Ada orang-orang yang sebenarnya kenal juga nggak, tahu juga nggak, tapi memanfaatkan momen karena algoritma lagi bagus,” imbuhnya.
Baca Juga: Inul Daratista Batal Umrah Gara-Gara Situasi Timur Tengah Memanas, Rp700 Juta Melayang!
Tak hanya itu, Deddy turut mengkritik keras pihak-pihak yang mengklaim mengetahui waktu kematian seseorang. Ia menyindir bahwa urusan hidup dan mati sepenuhnya merupakan rahasia Tuhan, sehingga tidak pantas dijadikan bahan konten atau sensasi.
“Kalau Anda bisa tahu Vidi kapan meninggal, saya sih nggak tahu kapan Anda dipanggil Tuhan,” ucapnya dengan nada menyindir.
Dengan nada tegas, Deddy bahkan melontarkan kritik pedas kepada mereka yang memanfaatkan nama Vidi untuk kepentingan pribadi. Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya tidak etis, tetapi juga merusak nilai kemanusiaan.
“Kesempatan nih untuk ngambil exposure mumpung algoritmanya lagi naik, itu yang terjadi sekarang,” ujar Deddy menambahkan.
“Anda sampah, Anda bukan siapa-siapa tapi mengambil keuntungan dari hal seperti ini,” tegasnya.
“You cannot get anything from it, Anda bukan Vidi dan bukan siapa-siapa tapi memanfaatkan situasi,” lanjut Deddy.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan oleh klaim seorang peramal serta kemunculan selebgram bernama Egi yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Vidi Aldiano. Bahkan, Egi dikabarkan sempat menemui orang tua almarhum, yang justru membuat sebagian masyarakat merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut.
Di tengah berbagai polemik itu, pesan Deddy menjadi pengingat penting: menghormati seseorang yang telah tiada seharusnya dilakukan dengan tulus, bukan dimanfaatkan sebagai ajang mencari perhatian. (MNA)











