Berita Bekasi Nomor Satu

DPRD Evaluasi Seluruh SPBE di Kota Bekasi Buntut Kebakaran di Cimuning

OLAH TKP: Tim Puslabfor Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascaledakan SPBE di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, guna mengungkap penyebab insiden. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPRD Kota Bekasi mendorong evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), khususnya yang berada dekat dengan permukiman warga.

Langkah ini diambil menyusul insiden kebakaran SPBE di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4) malam.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Anton, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi II untuk melakukan pendataan dan peninjauan terhadap seluruh SPBE di Kota Bekasi.

“Tidak hanya di Cimuning, tapi seluruh SPBE akan kita evaluasi, terutama yang lokasinya berdekatan dengan warga. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Anton, Sabtu (4/4).

Menurutnya, evaluasi akan mencakup aspek perizinan hingga kelayakan operasional, termasuk sertifikasi laik fungsi dan Standar Laik Operasi (SLO). Jika ditemukan pelanggaran, DPRD tidak menutup kemungkinan merekomendasikan penutupan.

BACA JUGA: Kapolres Metro Bekasi Kota Jenguk Korban Kebakaran SPBE, Salurkan Tali Asih dan Beri Dukungan Moril

“Kalau ada masalah pada sertifikasi maupun kelayakan operasional, tentu bisa kita dorong untuk ditutup,” tegasnya.

DPRD juga menyoroti minimnya kehadiran pihak pengelola SPBE di tengah masyarakat pascakejadian. Hingga kini, bantuan baru datang dari Pertamina Peduli berupa makanan siap saji.

“Informasi dari warga, pihak SPBE belum datang. Baru Pertamina Peduli yang memberikan bantuan sekitar 300 boks makanan per hari. Pemilik harus hadir dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, mengungkapkan jumlah warga terdampak masih terus didata. Hingga saat ini, tercatat puluhan kepala keluarga terdampak akibat insiden tersebut.

“Dari hasil pendataan sementara, ada 47 kepala keluarga yang terdampak. Ini masih akan terus bertambah karena proses pendataan masih berjalan,” ujar Nachrowi, Sabtu, (4/4)

BACA JUGA: Update Ledakan SPBE Cimuning: Korban Luka Bertambah Jadi 20 Orang, Ini Identitasnya

Selain itu, sebanyak 22 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, baik rumah tinggal, kontrakan maupun tempat usaha milik warga.

Untuk korban luka, tercatat sebanyak 22 orang mengalami luka bakar, baik yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun rawat jalan.

“Total ada 22 korban luka bakar, termasuk yang rawat jalan. Namun untuk yang masih dirawat, datanya dinamis karena sebagian sudah pulang,” jelasnya.

Maka menyebut, berdasarkan pengecekan terakhir di RSUD Kota Bekasi, masih ada tiga korban yang menjalani perawatan. Sementara di rumah sakit lain, sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang.

“Di RSUD ada tiga yang masih dirawat. Di rumah sakit lain kemungkinan masih ada, tapi mayoritas sudah berobat jalan,” tambahnya.

Meski menimbulkan korban luka dan kerusakan, hingga saat ini dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia,” tegas Maka.

Pemerintah kecamatan juga tengah menyiapkan langkah penanganan lanjutan, termasuk membantu warga yang kehilangan dokumen penting akibat kejadian tersebut.

“Kami sudah koordinasi, Dukcapil akan turun ke posko untuk pelayanan jemput bola pengurusan dokumen kependudukan warga terdampak,” pungkasnya. (rez/zak)