Berita Bekasi Nomor Satu

Kompor Oracle

Ilustrasi peran teknologi cloud dalam perang modern.--Dibuat dengan AI

Oleh: Dahlan Iskan

Software memang tidak berideologi. Apalagi beragama. Tapi serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran ternyata membuat perusahaan seperti Oracle dianggap pro dua negara itu: harus diserang. Termasuk Amazon, Microsoft, dan Google. Alibaba tidak termasuk dalam daftar yang akan diserang Iran.

Dari perang ini akhirnya kita tahu: mengapa Tiongkok ”menertibkan” Alibaba. Selama ini kita tidak bisa membaca mengapa Tiongkok begitu kejam kepada Jack Ma dan Alibabanya. Sekarang Anda tahu: perusahaan pemilik cloud ternyata memegang peran terpenting dalam perang modern.

Cloud dan isinya telah menjadi otak serangan militer modern. Big data ada di sana. AI dan analisis data di sana. Koordinat semua objek sasaran ada di sana.

Apakah Iran juga punya kekayaan cloud? Sehingga bisa membalas serangan jarak jauh ke Israel dan pusat-pusat militer Amerika di berbagai negara Arab tetangganya?

Negara sekelas Iran ternyata punya cloud sendiri. Besar. Kapasitas cloud Iran, mengalahkan Oracle. Memang jauh lebih kecil daripada Amazon Web Service (AWS).

AWS adalah pemilik cloud terbesar di dunia. Setelah itu Microsoft. Lalu Google. Disusul Alibaba. Iran dan Israel sejajar di urutan empat. Baru Oracle nomor lima.

Dalam hal big data Amerika memang jadi penguasa dunia. AWS, Microsoft, Google, dan Oracle adalah milik Amerika.

Tiongkok hanya punya Alibaba dan Tencent. Lalu Huawei. Entah kalau partai komunis punya cloud rahasianya sendiri. Yang jelas dengan perang IsAm-Iran ini terlihat peran Amazon, Microsoft, Google, dan Oracle sangat sentral. Itulah sebabnya Iran memperlakukan mereka sebagai senjata perang. Iran berusaha menyerang mereka.

Iran ternyata juga punya satelit sendiri: sejak tahun lalu. Namanya: Satelit Nahid-2. Posisi satelit ini di 500 km di atas bumi.

Peluncuran Nahid-2 dilakukan di Rusia. Yakni di Vostochny, Rusia agak timur. Saya mudah menandai lokasi kota itu karena saya pernah ke Heihe –kota Tiongkok di perbatasan Rusia. Vostochny di jauh utara Heihe.

Nahid-2 diluncurkan oleh Soyuz. Rusia semakin jarang menggunakan Baikonur sebagai tempat peluncuran roket. Sejak Uni Soviet pecah, lokasi roket Baikonur berada di negara pecahannya: Kazakhstan. Rusia lantas menyewa Baikonur selama 75 tahun. Sampai 2050. Tapi Rusia tetap merasa kurang aman sehingga membangun yang baru di Vostochny.

Meski punya satelit, Iran tidak mengandalkan Nahid-2 untuk membangun cloud-nya. Tidak aman. Iran lebih mengandalkan kapasitas besar cloud-nya lewat jaringan fiber optic.

Iran ternyata sudah punya jaringan fiber optic puluhan ribu kilometer. Sampai ke tingkat desa. Khusus di perkotaan jaringan fiber optic-nya sudah mencapai 90 persen.

Fiber optic itu bikinan dalam negeri. Sebagai negara yang diisolasi Amerika selama hampir 50 tahun, ternyata Iran berhasil mengembangkan teknologi fiber optic sendiri.

Maka cloud milik Iran berbasis jaringan darat. Lebih aman. Bisa dikendalikan sendiri. Iran membangun ribuan server sehingga ketika disatukan oleh jaringan fiber optic menjadi sangat besar.

Pun Amerika ternyata tidak mengandalkan satelit untuk perang ini. Yang lebih diandalkan adalah jaringan fiber optic. Baik di darat maupun yang ditanam di dasar laut. Kecepatan aliran datanya lebih tinggi daripada satelit –yang kadang delay-nya sangat mengganggu perhitungan yang sangat presisi.

Tentu kapasitas cloud di empat perusahaan Amerika itu tak terkirakan besarnya. Anda hanya mengenal ukuran MB atau GB. Di cloud mereka sudah tidak mengenal MB dan GB. Bahkan TB pun dianggap kecil. Terabyte tidak berarti. Satuan ukuran cloud mereka adalah EB (Exabyte).

Untuk bisa membayangkan besarnya EB mudah saja: satu film cerita itu ukurannya 4 GB. Maka kalau Anda punya paket pulsa di HP Anda satu EB sama dengan Anda bisa menyimpan sebanyak 250 juta film di HP Anda. Anda pun akan bisa menonton film lewat HP selama 400.000 tahun.

Tentu Tiongkok tahu betapa strategis ternyata peran perusahaan teknologi informasi dalam perang. Tentu Tiongkok tidak mau Alibaba akan jadi milik asing atau dikuasai oleh asing. Tiongkok tahu, kelak, Alibaba adalah salah satu senjata yang sangat penting. Dan Huawei.

Untung kita tidak punya musuh sehingga tidak memiliki semua itu tidak dianggap lemah. Yang penting ibu-ibu jangan sampai lupa: setelah selesai masak matikanlah kompor. (Dahlan Iskan)