RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Penyanyi muda Asila Maisa akhirnya buka suara setelah bertahun-tahun menerima hujatan dan fitnah di media sosial.
Lewat unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, putri dari Ramzi itu meluapkan perasaan yang selama ini ia pendam.
Dalam pernyataan tertulisnya, Asila mengaku selama ini memilih diam meski berbagai tudingan tak berdasar terus diarahkan kepadanya sejak lama.
Namun, situasi berubah ketika komentar-komentar negatif tersebut mulai menyeret dan melukai perasaan anggota keluarganya, terutama sang kakek.
“Sudah bertahun-tahun ketikan kalian masih saja terus menyebar fitnah yang tidak berdasar selama ini saya tidak pernah membuka suara secara tertulis maupun verbal secara jelas mengenai hal tersebut,” tulis Asila.
Ia juga menyoroti bagaimana momen bahagia keluarganya justru ikut tercoreng oleh ulah oknum netizen.
Salah satunya saat sang ibu mengunggah video ulang tahun, yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan, malah dipenuhi komentar bernada kebencian.
Dengan tegas, Asila meminta para haters untuk tidak menyerang akun media sosial keluarganya. Ia mempersilakan jika kritik atau komentar negatif ditujukan langsung kepadanya, namun tidak kepada orang tua atau anggota keluarga lain.
Baca Juga: Azizah Salsha Beri Sinyal Damai ke Bigmo dan Resbob: Selagi Ada Itikad Baik, Aku Maafkan
“Kalau kalian mau mengisi kolom komentar saya dan DM saya dengan kata-kata jahat kalian itu tidak apa-apa tapi yang saya minta di sini adalah jangan menulis hal-hal tersebut di lapak orang tua saya ataupun akun keluarga saya yang lain cukup di lapak saya saja,” ujarnya.
Kesabaran Asila tampaknya benar-benar diuji ketika ia melihat dampak dari komentar tersebut terhadap sang kakek. Ia mengaku tidak tega melihat orang yang sangat ia sayangi harus membaca berbagai tuduhan negatif yang belum tentu benar.
“Kakek mana yang mau cucunya dicap sebagai hal yang tidak baik? Kakek mana yang mau cucunya difitnah habis-habisan? Kakek mana yang mau cucunya terus dinodai dengan kata-kata yang tidak bermutu?” ungkapnya dengan nada emosional.
Tak hanya itu, Asila juga secara blak-blakan membantah berbagai tuduhan miring yang selama ini beredar, termasuk isu yang menyebut dirinya sebagai “pelakor”. Ia menegaskan bahwa dirinya sangat memahami batasan dalam menjalin hubungan dengan siapa pun.
“Saya bukan pelakor,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Asila Maisa menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya karena harus ikut terseret dalam polemik yang ia alami.
Ia juga mengajak netizen untuk lebih bijak dalam bersikap di media sosial, serta menggunakan hati nurani dan akal sehat sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Curahan hati ini pun langsung mendapat perhatian luas dari publik. Banyak yang memberikan dukungan kepada Asila, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berkomentar di dunia digital. (MNA)











