RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Sosok Aldi Taher kembali menjadi pusat perhatian publik. Bukan karena aksi panggungnya yang nyeleneh, melainkan keberhasilan bisnis kulinernya.
Usaha burger milik Aldi Taher yang berlokasi di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dilaporkan laris manis dan diserbu pembeli setelah ia gencar melakukan promosi di media sosial.
Saking populernya, para pelanggan rela mengantre panjang demi mencicipi burger racikan sang artis. Namun, di tengah euforia kesuksesan tersebut, sebuah insiden kurang menyenangkan sempat terjadi dan mendadak viral di jagat maya.
Kronologi Insiden Penyiraman di Tengah Antrean
Sebuah video yang beredar memperlihatkan sejumlah pembeli yang sedang mengantre panjang tiba-tiba disiram air oleh tetangga di sekitar lokasi usaha. Kejadian ini pun langsung memicu beragam spekulasi dari netizen.
Ada dua versi asumsi yang berkembang di masyarakat, pertama ketidaksengajaan, beberapa pihak menduga tetangga tersebut sedang menyiram tanaman, namun selang air diarahkan terlalu tinggi sehingga mengenai kerumunan.
Yang kedua, aksi protes, spekulasi lain menyebutkan bahwa penyiraman dilakukan secara sengaja karena kerumunan antrean dianggap telah mengganggu kenyamanan dan ketenangan lingkungan warga.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Aldi Taher menunjukkan sikap yang bijak namun tetap dibumbui dengan gaya humor khasnya. Saat ditemui di Jakarta Selatan pada Senin (6/4), ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada lingkungan sekitar.
“Aldi minta maaf sama tetangga kalau usaha Aldi mengganggu lingkungan sekitar,” ujar Aldi dengan tulus, dikutip dari JawaPos pada Selasa (7/4).
Baca Juga: Lisa Mariana Ungkap Diselingkuhi Suami Saat Hamil, Karma Masa Lalu?
Menariknya, Aldi enggan menganggap insiden tersebut sebagai bentuk permusuhan. Dengan gaya santainya, ia justru menyebut kejadian itu sebagai bentuk perhatian.
“Itu siraman cinta, semakin disiram semakin cinta,” ceplosnya sambil bercanda.
Meski menanggapi dengan candaan, Aldi menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam. Ia mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan pengurus RT setempat untuk memastikan operasional bisnisnya tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.
Aldi juga mengklarifikasi bahwa hubungannya dengan warga sekitar sejauh ini tetap harmonis.
“Mereka baik semua kok sama aku, baik semua. Tapi aku jujur minta maaf sama mereka,” tambahnya.
Ke depannya, Aldi berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan internal. Ia mengakui bahwa sistem antrean dan manajemen tempat usahanya masih memerlukan evaluasi agar kepuasan pelanggan tetap terjaga tanpa mengorbankan ketenangan lingkungan sekitar. (MNA)











