RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bekasi bergerak cepat membantu warga terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, dengan membuka layanan jemput bola untuk pemulihan dokumen kependudukan yang hangus terbakar.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rachmat Hidayat, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan sejak peristiwa terjadi.
“Sejak kejadian di Cimuning, kami sudah berkoordinasi dan pada Sabtu langsung mengonfirmasi untuk melakukan layanan jemput bola,” ujar Taufiq kepada Radar Bekasi, Rabu (8/4).
Layanan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, dengan menyasar puluhan kepala keluarga yang terdampak.
Dari data awal, tercatat sekitar 47 kepala keluarga menjadi korban. Namun setelah verifikasi lapangan, tidak seluruhnya merupakan warga Kota Bekasi.
“Tidak semua korban memiliki KTP Bekasi, sehingga kami menyesuaikan layanan sesuai kewenangan,” jelasnya.
Untuk mempercepat pemulihan data, Dukcapil mengoptimalkan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Melalui sistem ini, warga dapat langsung mengakses dokumen seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, hingga Kartu Identitas Anak melalui gawai mereka.
“Sementara untuk KTP fisik, kami bantu proses pencetakannya,” tambah Taufiq.
Hingga saat ini, Dukcapil telah mencetak sekitar 43 KTP elektronik dan mengaktifkan 52 IKD. Selain itu, hampir 50 dokumen lain seperti akta kelahiran, akta kematian, KIA, dan kartu keluarga juga telah diterbitkan kembali.
Ke depan, layanan administrasi kependudukan akan tetap dibuka di Kelurahan Cimuning. Dukcapil juga masih melakukan evaluasi untuk menentukan apakah layanan jemput bola akan kembali diperpanjang.
“Kalau masih dibutuhkan, kami siap menurunkan tim kembali,” tegas Taufiq.
Di lapangan, operator Dukcapil, Andi, menyebut antusiasme warga cukup tinggi, terutama pada hari pertama layanan.
“Sekitar 18 kepala keluarga sudah melakukan pengurusan, mulai dari KTP, KK, akta lahir, hingga KIA,” ujar Andi di lokasi posko jemput bola, Rabu.
Untuk mengatasi kendala warga yang kehilangan seluruh dokumen, Dukcapil bahkan menghadirkan teknologi pemindai iris mata guna memastikan identitas tetap dapat diverifikasi.
“Walaupun tidak punya data sama sekali, tetap bisa kita cek dan terbitkan kembali,” kata Andi.
Di balik layanan tersebut, warga terdampak mengaku sangat terbantu. Hussein, salah satu korban yang bekerja di lokasi SPBE, mengatakan dokumen pribadinya kini bisa diperbarui setelah sebelumnya terdampak kebakaran.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Saya bisa memperbarui KTP dan KIA anak,” ujarnya.
Ia mengaku kini kehilangan pekerjaan setelah tempatnya bekerja hampir seluruhnya hangus terbakar.
“Sudah tidak beroperasi lagi. Hampir 100 persen habis terbakar,” katanya.
Hussein berharap pembaruan data kependudukan dapat membantunya mengakses bantuan pemerintah untuk kebutuhan keluarganya.
Layanan jemput bola ini diharapkan menjadi langkah percepatan pemulihan bagi warga terdampak, terutama dalam mengakses bantuan sosial dan layanan publik yang mensyaratkan dokumen kependudukan. (rez)











