Berita Bekasi Nomor Satu
Bisnis  

Fachri: Musim Libur Lebaran, Orangtua Saya Tetap Dapatkan Layanan Optimal di IGD

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat telah merasakan langsung manfaat program ini, bahkan saat libur mudik Lebaran.

Pengalaman tersebut dirasakan oleh Fachry Rizar Yusha (25) saat orang tuanya mengalami sakit dan sedang berada di Kota Padang. Tanggal 23 Maret 2026 sekitar pukul 02.45 WIB, orangtua Fachry tiba-tiba mengalami kondisi drop dengan gejala lemas, seperti stroke.

Kejadian ini tentu menimbulkan kepanikan, terlebih lagi terjadi saat suasana mudik dan libur panjang. Beruntung, beberapa staf hotel dengan sigap memberikan bantuan dan segera membawa orangtuanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. M. Djamil Padang.

“Waktu itu kami sekeluarga panik banget, ayah saya tiba-tiba drop. Beliau memang ada riwayat diabetes, mungkin kelelahan saat perjalanan mudik dan berkunjung ke rumah saudara. Tidak pakai pikir panjang, saya langsung telepon ke lobby hotel untuk minta pertolongan, yang penting di bawa dulu ke rumah sakit,” jelas Fachry.

Setibanya di IGD, tim dokter langsung melakukan pemeriksaan dan mendiagnosis bahwa orangtuanya mengalami hipoglikemia. Untuk penanganan lebih lanjut, orang tuanya di rawat di ruang High Care Unit (HCU) selama tiga hari, kemudian dilanjutkan perawatan di ruang rawat inap selama satu hari. Setelah kondisi membaik dan dinyatakan stabil, orangtuanya diperbolehkan pulang pada 27 Maret 2026.

Fachry mengakui bahwa berobat menggunakan BPJS Kesehatan sangat mudah. Meskipun dia dan keluarga terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dari Kota Depok, orangtuanya tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang tanpa adanya kendala.

“Kami sangat bersyukur, di tengah perjalanan mudik dan suasana libur Lebaran, pelayanan di rumah sakit tetap berjalan dengan baik. Alhamdulillah BPJS Kesehatan sangat membantu kami dalam kondisi darurat seperti ini, saya cuma menunjukan KTP ayah saya dan kartu BPJS digital yang ada di aplikasi Mobile JKN sudah bisa dilayani. Tidak kebayang deh kalau tidak ada BPJS Kesehatan, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya di ICU,” ungkap Fachry.

Tak lupa, Fachry mengimbau kepada masyarat agar peduli dengan kesehatan, selalu cek kepesertaan BPJS Kesehatan. Pastikan kepesertaannya selalu aktif, karena sakit tidak memandang gender, usia dan tempat.

Dengan sistem layanan BPJS Kesehatan yang terintegrasi secara nasional, peserta tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. (*)