RADARBEKASI.ID, BEKASI – Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi (TB) Bekasi siap menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat terkait penghematan energi.
Saat ini, jajaran direksi tengah menyiapkan paket kebijakan melalui berbagai langkah efisiensi. Selain mendorong penghematan energi, kebijakan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, dalam kegiatan halalbihalal bersama pegawai dan dewan pengawas.
“Terkait hal itu, kami akan segera menyusun kebijakan setelah edaran resmi diterima. Kami tentu harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengingat Perumda Tirta Bhagasasi merupakan BUMD milik Pemkab Bekasi,” ujarnya.
Sambil menunggu arahan resmi, pihaknya mulai menginventarisasi sektor-sektor yang dapat diefisienkan, termasuk kemungkinan penerapan skema work from home (WFH) bagi sebagian pegawai.
Ia menegaskan, sebagai perusahaan pelayanan publik, Perumda Tirta Bhagasasi tetap mengutamakan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Karena itu, pelayanan tidak boleh terganggu oleh kebijakan efisiensi.
“Secara teknis, pegawai di bagian administrasi yang memungkinkan dapat menjalankan WFH. Sementara petugas pelayanan harus tetap bekerja di lapangan agar pelayanan tidak terganggu,” katanya.
Selain penerapan WFH, langkah efisiensi juga diarahkan pada penghematan penggunaan listrik di seluruh kantor, baik pusat, cabang, maupun cabang pembantu.
Menurutnya, kebutuhan listrik sangat vital dalam operasional perusahaan, terutama untuk produksi air bersih dan pengoperasian pompa distribusi ke masyarakat.
Untuk jangka panjang, pihaknya juga tengah melakukan survei penggunaan pompa hemat energi guna menunjang proses produksi dan distribusi air.
“Proses produksi kami masih sangat bergantung pada listrik. Karena itu, upaya efisiensi difokuskan pada penggunaan pompa yang lebih hemat energi demi keberlanjutan operasional,” jelasnya.
Selain itu, efisiensi juga akan dikaitkan dengan upaya menekan kebocoran air, memperluas cakupan pelayanan, serta meningkatkan rata-rata pemakaian pelanggan.
“Dengan semangat efisiensi, pengeluaran yang tidak perlu akan dialihkan ke kebutuhan yang lebih prioritas, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan perusahaan,” tandasnya.
Saat ini, Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi telah melayani sekitar 300.000 sambungan langganan (SL), yang setara dengan sekitar 1,5 juta jiwa.
Sebagian besar pelanggan telah menikmati layanan air bersih selama 24 jam. Layanan tersebut telah menjangkau 22 dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi. (and/*)











