Berita Bekasi Nomor Satu

Sopir Mengantuk, Sekeluarga Tercebur ke Kali di Mustikajaya

TERCEBUR: Warga menyaksikan mobil yang tercebur ke kali di kawasan Perumahan Bekasi Timur Regency tiga, Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (9/4) pagi. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mobil berjenis minibus yang mengangkut satu keluarga tercebur ke kali di kawasan Perumahan Bekasi Timur Regency tiga, Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (9/4) pagi. Peristiwa kecelakaan tunggal ini diduga terjadi akibat pengemudi mengantuk saat berkendara.

Kejadian tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Salah satu saksi mata, Rinin, mengaku mendengar suara benturan keras sebelum mengetahui mobil sudah berada di dalam kali.

“Saya lagi duduk, tiba-tiba dengar suara kencang. Pas saya lari, ternyata mobilnya sudah masuk ke kali,” ujar Rinin di lokasi.

Di dalam mobil terdapat empat orang, yakni seorang pria sebagai pengemudi, istrinya, serta dua anak mereka yang masih kecil. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya mengevakuasi seluruh penumpang.

“Penumpangnya empat orang, bapak, istrinya, sama dua anak kecil. Kita bantu keluarin semua dari mobil,” katanya.

Dari keterangan yang dihimpun, pengemudi mengaku dalam kondisi sangat mengantuk. Ia disebut baru pulang dari bandara sebelum kembali berkendara bersama keluarganya pada pagi hari.

“Katanya ngantuk banget, habis dari bandara jemput siapa gitu. Pagi langsung jalan sama anak istrinya,” jelas Rinin.

Sebelum tercebur ke kali, mobil tersebut sempat menabrak trotoar. Namun, tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kejadian tersebut.

“Dia nabrak trotoar dulu baru masuk ke kali. Saya tanya nabrak sesuatu lagi atau tidak, katanya tidak. Jadi memang karena ngantuk, mungkin kemudinya ketarik,” ungkapnya.

Rinin menambahkan, keluarga tersebut merupakan warga setempat yang diduga baru saja keluar untuk membeli sarapan dan hendak kembali ke rumah.

Beruntung, seluruh penumpang selamat dalam insiden ini. Meski demikian, pengemudi mengalami cedera ringan pada bagian tangan.

“Semua selamat, cuma sopirnya tangannya keseleo, tidak ada luka serius,” tutupnya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Bantargebang AKP Komariah menyampaikan bahwa kejadian tersebut tidak dibuatkan laporan resmi kecelakaan lalu lintas karena pihak korban tidak bersedia untuk ditangani lebih lanjut.

Ia menambahkan, informasi awal justru diterima dari Dinas Perhubungan, sementara korban memilih menyelesaikan kejadian tersebut secara mandiri tanpa proses hukum.

“Mengingat korban tidak mau ditangani kecelakaanya, tidak ada laporan situasi (lapsit),”singkatnya (rez)