RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat belum cukup menenangkan dunia usaha di Kota Bekasi. Alih-alih bernapas lega, para pengusaha justru memilih menginjak rem pengeluaran di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, Farid Elhakamy, mengungkapkan perusahaan kini fokus melakukan efisiensi ketat dengan memangkas aktivitas yang tidak berdampak langsung pada produksi, pemasaran, dan distribusi.
“Saat ini semua mulai melakukan efisiensi, terutama dengan mengurangi kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan produksi, marketing, dan distribusi,” ujarnya.
Langkah efisiensi itu ditempuh mulai dari mengurangi rapat-rapat hingga memangkas berbagai aktivitas perkantoran yang dinilai tidak mendesak. Namun demikian, Farid menegaskan opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) masih dihindari.
“Selama perusahaan masih bisa bertahan dengan efisiensi, kami akan menahan diri untuk tidak melakukan PHK. Itu pilihan terakhir,” tegasnya.
Ia mengakui, kabar gencatan senjata sempat disambut positif karena diharapkan mampu menstabilkan harga komoditas global. Namun harapan itu belum sepenuhnya terwujud, seiring konflik di kawasan Timur Tengah yang masih berlanjut.
“Awalnya ada optimisme, tapi situasi belum benar-benar kondusif. Ketidakpastian masih tinggi,” tandasnya. (sur)











