RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Lembaga intelijen nasional Korea Selatan, National Intelligence Service (NIS), secara resmi menunjuk aktor papan atas Hyun Bin sebagai pejabat kehormatan kontraintelijen.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari kampanye besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan krusial dalam sistem hukum spionase negara tersebut.
Penunjukan bintang drama Crash Landing on You ini menyusul adanya revisi undang-undang penting yang disahkan oleh National Assembly (Parlemen Korea Selatan) pada Februari lalu.
Berdasarkan laporan dari Korea Herald, peraturan baru ini memperluas ruang lingkup tindak pidana spionase.
Jika sebelumnya fokus utama hanya tertuju pada aktivitas dari negara lawan (Korea Utara), kini hukum tersebut mencakup ancaman dari negara asing manapun atau organisasi yang setara.
Kehadiran Hyun Bin diharapkan mampu mendobrak stigma lama di masyarakat bahwa tugas kontraintelijen hanya berkaitan dengan konflik semenanjung Korea, melainkan mencakup keamanan nasional secara global.
Terpilihnya suami Son Ye Jin ini bukan tanpa alasan. Citra Hyun Bin dianggap sangat melekat dengan profesionalisme intelijen berkat perannya dalam film laris The Point Men.
Dalam film tersebut, bapak satu anak ini memerankan seorang agen NIS yang gigih bekerja sama dengan diplomat demi menyelamatkan sandera warga Korea Selatan di Timur Tengah.
Baca Juga: Tanpa Satu Pun Trofi Kemenangan, Inilah Alasan Debut Solo Yuna ITZY Gagal Puncaki Tangga Lagu Kore
Karakter yang ia mainkan dinilai menjadi gambaran sempurna mengenai kerja keras intelijen yang kini bisa lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Di bawah payung hukum yang lebih kuat, tugas kontraintelijen kini mencakup spektrum yang jauh lebih luas, antara lain:
-Deteksi & Pencegahan: Mendeteksi hingga menggagalkan aktivitas informasi asing yang berpotensi merugikan kepentingan nasional.
-Perang Teknologi: Mengawasi dan menindak tegas kasus pencurian teknologi canggih.
-Pertahanan Industri: Melindungi rahasia industri pertahanan dari upaya sabotase pihak asing yang kian meningkat.
Pihak NIS menegaskan bahwa di era modern ini, kontraintelijen adalah pilar utama bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan negara.
Dengan menggandeng figur publik sekaliber Hyun Bin, pemerintah Korea Selatan berharap rakyat semakin waspada terhadap ancaman intelijen asing yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. (MNA)











