RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggulirkan wacana penggabungan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menekan beban anggaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan arah restrukturisasi birokrasi tengah disiapkan. Rapat pembahasan penggabungan OPD dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
“Sudah ada arah untuk menggabungkan sejumlah OPD. Rencananya pada Senin minggu depan akan diagendakan rapat pembahasan penggabungan sejumlah OPD,” ujar Asep.
Ia menilai langkah tersebut dapat mengurangi beban anggaran. Biaya OPD bisa ditekan sehingga APBD dapat dialihkan untuk pembangunan dan pelayanan publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Bekasi, enam OPD berpotensi dilebur menjadi tiga. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) akan disatukan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dinas Perindustrian akan digabung dengan Dinas Perdagangan. Dinas Ketahanan Pangan akan digabung dengan Dinas Pertanian.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, mengatakan pihaknya pernah mendorong penggabungan sejumlah OPD sebagai langkah efisiensi anggaran. Menurut Ade, sejumlah daerah lain sudah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa untuk menekan beban belanja.
“Memang fokusnya untuk menghemat beban anggaran. Namun esensi pelayanan publik dan pembangunan tetap menjadi prioritas dalam melakukan kebijakan penggabungan sejumlah OPD,” kata Ade.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan beban kerja riil, karakteristik organisasi, serta kebutuhan pelayanan masyarakat yang terus berkembang.
“Efisiensi itu penting, tapi jangan sampai hanya dimaknai sebagai pengurangan. Yang lebih penting bagaimana struktur yang dibentuk benar-benar efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.(and)











