RADARBEKASI.ID, BEKASI — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu (12/4) sore, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan merusak bangunan warga.
Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu juga sempat melumpuhkan akses jalan di kawasan permukiman. Seorang warga Pesona Metropolitan, Amelia (30), menuturkan sebelum kejadian cuaca di wilayah tersebut sangat panas tanpa tanda-tanda hujan. Namun, kondisi berubah drastis saat memasuki waktu asar.
“Pagi sampai siang panas banget, nggak ada tanda-tanda hujan. Tiba-tiba langsung hujan deras, anginnya juga kencang banget,” ujar Amelia saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan, saat angin kencang mulai menerjang, suasana langsung berubah mencekam. Warga yang sedang beraktivitas di luar rumah dibuat panik karena kekuatan angin yang tidak biasa.
“Serem banget, karena anginnya benar-benar kencang. Kita nggak nyangka bakal ada hujan sebesar itu,” katanya.
Saat kejadian, Amelia sedang berada di sebuah warung. Ia menyaksikan langsung pohon-pohon di sekitar lokasi bergoyang hebat hingga akhirnya tumbang.
“Di warung, tiba-tiba angin kencang, terus pohon-pohon pada tumbang. Kedengeran banget suaranya, apalagi kita lagi di luar, jadi makin takut,” ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan terjadi pada sejumlah bangunan warga, terutama pada bagian atap.
“Korban nggak ada, tapi banyak warung sama rumah warga yang atapnya terbang,” ujarnya.
Amelia sendiri menjadi salah satu warga terdampak. Atap kontrakan yang ditempatinya rusak akibat terpaan angin kencang.
“Atap kontrakan saya terbang, sekarang bolong. Sementara ditutup pakai plastik,” katanya.
Ia menyebut, kejadian ini merupakan yang pertama kali dirasakan di wilayah tersebut. Selain itu, dampaknya juga terbilang cukup luas dengan banyaknya pohon tumbang.
“Di sini saja lebih dari lima pohon yang tumbang, khususnya di kawasan Pesona Metropolitan,” jelasnya.
Beberapa pohon bahkan tumbang hingga menutup akses jalan, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Pengendara yang melintas terpaksa mencari jalur alternatif.
“Tadi sempat nutup jalan, jadi yang dari arah jalan raya nggak bisa lewat. Tapi nggak lama karena warga langsung gotong royong bersihin,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, proses evakuasi dilakukan sepenuhnya oleh warga tanpa bantuan petugas saat kejadian berlangsung.
“Nggak ada BPBD, semuanya dari warga. Kita kerja sama, saling bantu bersihin pohon-pohon yang tumbang,” tegasnya.
Meski kondisi kini mulai berangsur normal, warga mengaku khawatir peristiwa serupa akan kembali terjadi. Pasalnya, banyak pohon di kawasan tersebut dinilai sudah tua dan rawan tumbang.
“Pohon-pohon di sini sudah cukup tua. Harapannya bisa ditebang supaya nggak membahayakan,” jelasnya
Sementar itu, Sekretaris RW 042 Bojong Rawalumbu, Hemil, mengatakan dampak angin kencang cukup luas dengan belasan rumah warga mengalami kerusakan.
“Ada belasan rumah terdampak, mayoritas di bagian atap. Yang paling parah di jalan utama, sempat terjadi kemacetan sampai tiga sampai empat jam karena pohon tumbang menutup jalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara mandiri oleh warga lantaran keterbatasan peralatan dan belum adanya penanganan menyeluruh saat kejadian berlangsung.
“Kami evakuasi mandiri. Warga bergotong royong membersihkan pohon tumbang dengan alat seadanya. Hanya ada satu chainsaw kecil, jadi harus bergantian,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat proses pembersihan berlangsung cukup lama. Beberapa titik bahkan belum sepenuhnya tertangani hingga malam hari.
“Ada yang belum bisa diselesaikan hari ini karena keterbatasan alat. Kemungkinan dilanjutkan besok,” katanya.
Pantauan Radar Bekasi, dua SPBU di sepanjang Jalan Narogong terpantau gelap gulita akibat padamnya aliran listrik. Hingga pukul 21.00, sejumlah pohon tumbang masih berserakan di badan jalan Raya Narogong dengan ranting dan batang pohon yang belum sepenuhnya dievakuasi sehingga mengganggu arus lalu lintas. (rez)











