RADARBEKASI.ID, BEKASI – Teka-teki tewasnya Eem (60), pengusaha penyewaan tenda asal Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, masih menjadi misteri.
Korban ditemukan tidak bernyawa dengan luka di bagian kepala di ruang tengah rumahnya pada Kamis (9/4). Hingga kini, polisi masih memburu pelaku.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, mengungkapkan bahwa penyidik masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan barang bukti dan fakta hukum terkait peristiwa tersebut.
“Sedang didalami, sedang lakukan penyidikan,” kata Sumarni, kepada wartawan, Jumat (11/4).
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban dan para karyawannya. Hingga saat ini, motif pembunuhan belum dapat dipastikan. Polisi meminta masyarakat bersabar karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Peristiwa berdarah ini terungkap ketika para karyawan korban hendak beristirahat. Rutinitas harian para pekerja yang biasanya kembali ke rumah korban untuk makan siang terhambat karena pintu rumah terkunci rapat dari dalam. Karena curiga panggilan mereka tidak kunjung dijawab, para pekerja menghubungi anak korban.
Setelah mendapatkan persetujuan, pintu rumah akhirnya didobrak paksa. Di balik pintu itulah, tubuh Eem ditemukan bersimbah darah di ruang tengah.
Ketua RW setempat, Aming (55) menyebut korban ditemukan tewas bersimbah darah diruang tengah rumahnya.
“Awalnya enggak ada orang, pas dibuka kondisi sudah terkapar di ruang tengah,” ungkapnya.
Meski tidak mengetahui jenis senjata yang digunakan, Aming melihat adanya luka di bagian kepala korban. Ia juga menyebut korban dikenal sebagai pribadi tertutup dan tinggal seorang diri.
“Kemarin saya sempat ketemu, enggak ada tamu. Dia orangnya tertutup, tinggal sendiri,” tandas Aming. (ris)











