Berita Bekasi Nomor Satu

Pecahkan Rekor Asia! Desak Made Rita Sabet Medali Emas Nomor Speed Putri Asian Games 2026

Atlet panjat tebing putri Desak Made Rita Kusuma meraih medali emas  nomor speed putri dengan catatan waktu 6,062 detik. dok/kemenpora.go.id

RADARBEKASI.ID,NAGOYA- Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil menambah medali emas untuk Indonesia di Asian Games 2026.

Medali emas diraih Desak Made dari nomor speed putri, dengan catatan waktu 6,062 detik. Hasil tersebut sekaligus menjadi medali emas keempat dan memenuhi capaian target medali emas kontingen Indonesia di ajang olahraga terbesar di Asia ini.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Desak Made Rita yang kembali menunjukkan kualitas dan konsistensinya di level Asia.

“Alhamdulillah, Indonesia kembali meraih emas. Ini menjadi emas keempat Indonesia di Asian Games kali ini, sekaligus memenuhi target empat emas yang kita tetapkan,” ujar Erick Thohir.

Lanjut Erick, pencapaian Desak Made Rita semakin istimewa karena catatan waktu 6,062 detik yang Ia torehkan, mengantarnya mencetak rekor baru di Asian Games sekaligus rekor Asia. Rekor sebelumnya dengan waktu 6,07 detik juga dicetak Desak Made pada Kejuaraan Asia 2026 di Meishan, China April lalu.

“Catatan waktunya luar biasa. 6,062 detik bukan hanya membawa Desak menjadi juara dan mempersembahkan emas untuk Indonesia, tetapi juga mencatatkan rekor Asian Games dan rekor Asia. Ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Indonesia merupakan duta bangsa yang mampu bersaing dan mencatatkan prestasi di level tertinggi Asia, serta membuktikan kedigdayaan Indonesia,” tambahnya yang mengapresiasi peran FPTI.

Sejumlah medali masih berpotensi diraih kontingen Indonesia di beberapa cabang olahraga termasuk di cabang sport climbing nomor men’s speed.

“Target empat emas sudah terpenuhi, tentu kita syukuri bersama. Tetapi perjuangan belum selesai. Masih ada peluang untuk menambah emas. Kita akan terus memberikan dukungan dan mengawal perjuangan para atlet sampai pertandingan terakhir. Semoga Merah Putih masih dapat berkibar dan Indonesia Raya kembali berkumandang di Nagoya,” pungkasnya. (one)