RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tiga camat dan tiga kapolsek di wilayah Bekasi Barat dan sekitarnya kompak menyambangi Markas Koramil 01/Kranji, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bekasi Barat, Senin (5/10). Selain memberi ucapan HUT ke-81 TNI, pertemuan itu menjadi momentum memperkuat koordinasi keamanan di tingkat kewilayahan.
Kedatangan para pimpinan wilayah tersebut disambut Danramil 01/Kranji Mayor Inf. Suranto bersama Wadanramil dan jajaran. Pertemuan lintas sektor itu menekankan pentingnya komunikasi antara TNI, Polri dan pemerintah kecamatan dalam merespons persoalan keamanan maupun gangguan ketertiban masyarakat.
Kapolsek Bekasi Barat, AKP Diaman Saragih, mengatakan tema HUT ke-81 TNI, “TNI Kuat Bersama Rakyat”, harus diterjemahkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
“TNI kuat bersama rakyat adalah pengingat bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga di perbatasan, tetapi juga di lingkungan warga,” katanya.
Menurut dia, kondisi Kota Bekasi yang padat dengan aktivitas masyarakat membutuhkan koordinasi lintas sektor agar persoalan keamanan tidak ditangani secara parsial. TNI, Polri dan pemerintah daerah dinilai harus memiliki visi yang sama dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami di lapangan membutuhkan satu komando hati dan satu visi dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Diaman menambahkan, tantangan keamanan saat ini tidak sebatas penindakan terhadap pelaku kriminal. Kehadiran aparat juga harus mampu menciptakan rasa aman yang mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, komunikasi antarpimpinan wilayah menjadi penting untuk mempercepat respons ketika muncul persoalan di lapangan. Koordinasi tersebut sekaligus diharapkan mampu mengurangi sekat antarlembaga dalam menangani persoalan warga.
Danramil 01/Kranji Mayor Inf. Suranto mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurut dia, komunikasi yang intensif antara Danramil, kapolsek dan camat dapat menjadi bagian dari sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
“Ketika tiga pilar ini kompak, potensi konflik horizontal atau gangguan ketertiban umum dapat diredam sejak dari tingkat kelurahan,” katanya.
Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Koordinasi lintas sektor harus berlanjut dalam bentuk komunikasi dan penanganan persoalan warga secara konkret.
“Harapannya, soliditas tiga pilar mampu menjadi sistem deteksi dini yang humanis dan solutif. TNI dan Polri semakin dekat dengan masyarakat, bukan hanya sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga mitra dalam menjawab keresahan warga,” tandasnya.(pay)









