Berita Bekasi Nomor Satu
Opini  

Aktivis dan Regenerasi Kepemimpinan Partai Golkar Kota Bekasi

Zahrudin.

Oleh Zahrudin*

Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bekasi masih menghitung bulan. Namun, sejumlah nama telah mencuat ke publik jelang musyawarah politik level kota di partai berlambang Beringin itu digelar.

 

Kemunculan nama-nama yang akan memimpin pengurus DPD Partai Golkar Kota Bekasi untuk lima tahun ke depan merupakan sesuatu yang wajar. Pasalnya, Musda Golkar merupakan momentum regenerasi kepemimpinan tingkat parpol sekaligus tangga menuju kepemimpinan di level kepala daerah.

 

Di internal Partai Golkar Kota Bekasi telah muncul dua nama kader yang menjadi pembicaraan di tingkat pengurus kecamatan dan kelurahan. Keduanya yaitu, Ade Puspita Sari, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus putri mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Ranny Fahd A. Rafiq, anggota DPR RI sekaligus istri Fahd A.Rafiq.

 

Baik Ade maupun Ranny, kedua-duanya paling santer beredar di kalangan kader Golkar. Maklum saja, dua perempuan ini selain memiliki posisi sebagai anggota legislatif, keduanya juga mengantongi “trah dinasti” patronase politik. Ade berkibar lantaran petahana sebagai ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi saat ini, sekaligus putri biologis dari mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Ranny meroket lantaran bersuamikan “nama besar” sang suami Fahd A. Rafiq, putra penyanyi dangdut legendaris, A.Rafiq. Sayangnya, kedua “cantelan” mereka itu, kini sedang menjalani masa “pembinaan” di Lapas Cibinong, Bogor dan Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

 

Bukan Partai Golkar jika hanya mengantongi dua kader di atas. Partai ini memiliki banyak sekali stok kader terbaik yang layak dan pantas memimpin DPD Golkar Kota Bekasi. Bila diklusterkan, di dalam partai ini ada beragam kader dari berbagai latar belakang. Mulai dari keturunan tokoh politik, tokoh pengusaha, selebriti, hingga para mantan aktivis mahasiswa. Bahkan, ketua umum DPP Partai Golkar saat ini Bahlil Lahadalia, Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji dan Wihaji, wakil ketua umum DPP Partai Golkar, berlatar belakang mantan aktivis mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

 

Melihat konfigurasi pimpinan DPP partai Golkar yang diisi oleh mantan aktivis HMI, tak menutup kemungkinan mantan aktivis HMI yang ada di Kota Bekasi memiliki peluang dan kans sama besar menjadi ketua Partai Golkar Kota Bekasi untuk lima tahun ke depan. Siapa pun nanti, nama yang mencuat dari kalangan aktivis HMI, tak boleh dipandang remeh oleh Ade Puspita maupun Ranny Fahd.

 

Selain kader internal, nama-nama eksternal di luar kader Partai Golkar pun mulai mencuat. Baik dari kalangan politisi non Golkar, pengusaha, hingga birokrat yang akan pensiun.

 

Seberapa besar peluang tokoh eksternal ini memimpin Golkar Kota Bekasi? Sebagai sebuah partai terbuka, Partai Golkar tentu saja welcome bagi siapa pun yang akan berkontribusi pada partai ini. Namun, untuk dapat melenggang dalam kontestasi perebutan kursi ketua Partai Golkar Kota Bekasi. Mereka harus mendapatkan restu dari DPP melalui surat diskresi dan penilaian-penilaian lainnya.

 

*Penulis Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Bekasi 2021-2026 dan Mantan Pengurus DPD Golkar Kota Bekasi.