RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rangkaian ibadah haji 1443 Hijriah akan memasuki fase kepulangan. Kelompok terbang (kloter) jamaah haji pertama akan pulang ke Tanah Air mulai 15 Juli 2022. Ada empat embarkasi yang akan mengawali fase pemulangan ini, yaitu: kloter pertama Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG), Jakarta-Bekasi (JKS), Padang (PDG), dan Solo (SOC).
Plh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI, Susari meminta keluarga atau kerabat jamaah haji yang melakukan penjemputan, agar tetap memenuhi protokol kesehatan secara ketat. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.
“Akan ada dua titik berpotensi dalam penyebaran Covid-19. Pertama, saat penjemputan jamaah haji oleh keluarga atau kerabat. Sudah menjadi tradisi bahwa yang menjemput seorang jemaah haji tidak hanya satu orang, bisa dua, tiga, empat, bahkan lebih. Andai kata satu orang dijemput oleh 2-3 mobil, satu mobil berisi 4-5 orang, bisa dilihat berapa orang yang akan berkerumun di situ,” kata Susari kepada wartawan, Selasa (12/7).
“Kedua, nanti waktu pulang, juga sudah menjadi tradisi kerabat dan saudara jamaah haji akan berdatangan dan berinteraksi. Ini harus kita lakukan sosialisasi dan edukasi kepada mereka supaya tetap mematuhi protokol kesehatan,” lanjutnya.
Susari menegaskan, apabila ditemukan gejala Covid-19 pada jamaah haji, maka keluarga yang bersangkutan dianjurkan untuk tidak mengunjungi dahulu jamaah tersebut.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Yudhi Pramono mengatakan, Kemenkes sudah menyiapkan posko kesehatan di setiap bandara kepulangan jamaah haji Indonesia.
Kemenkes juga sudah menyiapkan ambulans dan rumah sakit bila ditemukan jemaah haji dalam keadaan darurat kesehatan.“Kemudian di asrama haji, kami juga siapkan tim untuk memeriksa jemaah haji yang baru datang. Jadi mereka akan melakukan screening secara menyeluruh,” kata Yudhi.
Jamaah yang menunjukan gejala Covid-19 akan langsung di tes PCR. Untuk gejala ringan, hanya menjalani isolasi melalui Satgas Covid-19 Daerah. Sedangkan gejala berat dilarikan ke rumah sakit rujukan.
Sementara itu, Jemaah asal Kota Bekasi saat ini sudah berada di Mekkah setelah menjalani prosesi rukun haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Kepulangan rombongan terbagi dua kelompok, yakni sekitar 215 orang lebih dulu pulang di tanggal 12 Dzulhijjah, sisanya di hari berikutnya, atau tanggal 13 Dzulhijjah.
“Jadi, kepulangan rombongan ke Mekkah itu ada yang di tanggal 12 Dzulhijjah atau nafar awal, dan beberapa yang lain baru di tanggal 13 Dzulhijjah atau hari ini yang biasa disebut nafar Tsani. Jadi, semua kini sudah berada di Mekkah dan telah sempurna menjalani rukun haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tinggal satu lagi, yakni Thawaf Ifadhah, Sa’i dan nanti diakhiri Tahallul,” kata petugas PPIH JKS15 Kota Bekasi, KH Acep Basuni, Selasa (12/7).
“Untuk kondisi jamaah, khususnya di kloter JKS 15 Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat. Bahkan, jamaah tak ada yang sampai di safarikan saat di Arafah, hanya ada yang dibadalkan saja untuk lempar jumroh baik itu ula, wustho, dan Aqobah karena sudah sepuh atau punya riwayat sakit bawaan hingga tak memaksakan dirinya, lalu meminta rekannya untuk menggantikan atau dibadalkan,” sambungnya.
Acep menyampaikan, kepulangan jamaah haji ke Tanah Air ini dibagi menjadi 2 gelombang, yakni untuk rombongan jamaah haji gelombang II nanti sebelum pulang akan diberangkatkan dahulu ke Madinah guna mengerjakan sunah arbain. Sedangkan, untuk rombongan gelombang I setelah selesai melaksanakan rukun hajinya di Mekkah itu tinggal berkemas untuk pulang ke Tanah Air.
“Jadi, kemungkinan untuk rombongan haji gelombang I kepulangannya ke tanah air itu hanya tinggal tunggu selesai thawaf Ifadah saja, sehingga setelah itu berkemas untuk persiapan pulang ke Indonesia. Dan untuk kami kemungkinan kepulangan ke Tanah air itu di tanggal 24 Juli,” pungkasnya. (jpc/mhf)









