Berita Bekasi Nomor Satu

Penjual Seragam Sekolah Kebanjiran Pembeli

DIPADATI PEMBELI: Orang tua mencari seragam sekolah anaknya di kawasan Pasar Baru, Kota Bekasi, Minggu (17/7). Penjual mengakui adanya peningkatan penjualan perlengkapan sekolah tahun ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hari pertama masuk sekolah kemarin, menjadi berkah sendiri bagi para penjual perlengkapan sekolah, mulai dari alat tulis hingga seragam. Terlebih pembelajaran tatap muka sudah kembali berjalan di tengah Pandemi Covid-19.

Seperti penjual perlengkapan sekolah di Pasar Jatiasih, Kota Bekasi yang mengaku sempat kebanjiran pembeli sejak sepekan sebelum pembelajaran tahun ajaran baru dimulai.

“Kalau sekarang sih udah mulai berkurang jumlah pembelinya, karena kan anak sekolah juga udah mulai masuk sekolah. Tapi minggu kemarin toko sempet rame sama orang beli seragam,” ujar Uni Yanti (39) penjual seragam sekolah di Pasar Jatiasih kepada Radar Bekasi, Senin (18/7).

Yanti juga merasakan melonjaknya jumlah pembeli dibandingkan dua tahun terakhir di tengah tingginya kasus Covid -19 dan belum dilakukan pembelajaran tatap muka. Penjualan seragam sekolah seperti baju, sepatu, tas, hingga alat tulis sebelumnya sempat menurun.

“Alhamdulillah tahun ini yang beli seragam sekolah banyak lagi, karena dua tahun kemarin sepi banget. Walaupun masih ada yang beli tapi jumlahnya dikit banget,” ucapnya.

Lanjut Yanti, selama sepekan hampir 200 seragam sekolah berhasil dijual dengan harga yang bervariasi tergantung kualitas dan ukuran.

“Harganya beda-beda disesuaikan dengan ukuran. Kalau untuk SD dimulai dengan harga Rp120 ribu satu stel nya itu yang bahannya bagus dan lengan panjang. Kalau yang lengan pendek star di harga Rp 110 ribu satu stelnya,” terangnya.

Sementara untuk harga seragam SMP dan SMA dibanderol dengan harga yang tidak jauh berbeda. Yaitu untuk SMP mulai dari Rp 130 ribu dan SMA mulai di harga Rp 150 ribu.

“Kalau SMP sama SMA itu ukurannya lebih besar, jadi memang agak mahal juga barang nya,” ucapnya.

Diakui peningkatan jumlah pembeli hampir mencapai 100 persen, sebab banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk membeli keperluan sekolah. “Peningkatannya cukup tinggi, karena banyak juga seragam yang terjual di toko saya. Termasuk penjualan tas dan juga sepatu ,” tuturnya.

Sementara salah satu orang tua bernama Eni mengungkap bahwa, tahun ini anaknya masuk SMK. Sehingga pakaian berwarna putih abu-abu dan juga seragam lain seperti Pramuka dan juga buku dibeli tahun ini.

“Saya beli pakaian seragam putih abu-abu lengkap, baju pramuka sama buku dua pak totalnya Rp 300 ribu tapi saya lupa harga satuannya berapa,” ucapnya.

Menurutnya harga yang dikeluarkan untuk tiga item tersebut terbilang cukup murah. “Gak terlalu mahal, masih terbilang murah untuk harga seragam dan buku,” tukasnya. (dew).