RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah beberapa kali mengalami perubahan, Light Rapid Transit (LRT) Jabodetabek ditargetkan beroperasi pada Juli 2023 oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pekerjaan Rumah (PR) mengenai akses jalan menuju lima stasiun harus diselesaikan di Bekasi sebelum mulai beroperasi.
Lima stasiun tersebut adalah Stasiun Jatibening Baru, Stasiun Cikunir 1, Stasiun Cikunir 2, Stasiun Bekasi Barat, Kota Bekasi, tambah satu lagi stasiun di wilayah Jatimulya, Kabupaten Bekasi.
Persoalan utama di tiap stasiun adalah akses jalan bagi calon penumpang menuju stasiun, beberapa diantaranya tengah dikerjakan peningkatan kapasitas jalan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) telah mengidentifikasi berbagai persiapan sejak tahun 2019 silam. Diantaranya pengintegrasian moda transportasi umum, dan akses jalan.
Dari dua poin tersebut, yang masih harus disempurnakan adalah akses jalan menuju stasiun.”Ternyata ada yang harus disempurnakan, yaitu menyangkut aksesibilitas jalan,” katanya, Selasa (11/10).
Peningkatan akses jalan kata Johan, mendapat perhatian dari pemerintahan pusat, mulai dari Menko Marves, Sekretariat Kabinet (Seskab), Sekretaris Negara (Sesneg), hingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sudah beberapa kali datang langsung ke Kota Bekasi.
Peningkatan jalan perlu dilakukan menuju Stasiun Cikunir Dua, terlebih kawasan stasiun ini dikelilingi oleh kawasan perumahan. Peningkatan salah satu akses jalan susah dilakukan, namun masih ada beberapa akses jalan lain yang perlu pelebaran, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapat bantuan.
Stasiun selanjutnya adalah Cikunir Satu, pelebaran jalan saat ini tengah berjalan. Sarana dan prasarana di stasiun ini tengah ditinjau dan dinilai oleh pemerintah pusat untuk mendapat bantuan peningkatan kapasitas jalan.
“Kita berharap sebelum tahun depan diresmikan, semua hal-hal yang mendasar itu bisa diselesaikan,” ungkapnya.
Permasalahan akses jalan yang telah mendapatkan solusi adalah Stasiun Jatimulya dan Bekasi Barat. Di stasiun Jatimulya, beberapa waktu lalu Pemkot meminta peningkatan kapasitas jembatan dari 3 meter menjadi 12 meter, saat ini tengah berjalan.
Sementara di stasiun Bekasi Barat, pembangunan sky bridge sudah rampung, antara sisi timur dan sisi barat dihubungkan dengan jembatan layang, tepat diatas Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek). Sky bridge rencananya bisa mulai dioperasikan pada 23 Oktober mendatang.
Akses menuju stasiun ini dinilai penting oleh Johan untuk memudahkan calon penumpang LRT. Jumlah penumpang paling tinggi diprediksi naik dari stasiun Bekasi Timur atau Jatimulya dan Bekasi Barat.
“Terutama di Bekasi Barat, karena Bekasi Barat ini akan banyak menampung warga khususnya pusat Kota Bekasi,” tandasnya.
Terkait dengan pengintegrasian moda transportasi, sementara ini telah dirancang, Transpatriot akan menjadi kendaraan pengumpan bagi penumpang menuju stasiun. (sur)











