RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mengawali aktivitas setelah libur lebaran, Tim Percepatan Pelayanan Publik (TP3) Kota Bekasi, mengadakan rapat pleno sekaligus silaturahmi yang dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, akhir pekan lalu.
Acara yang dibuka oleh ketua Dewan Pakar TP3 Kota Bekasi, Soni Sumarsono mengatakan, bahwa rapat pleno ini merupakan agenda bulanan TP3 dan ajang silaturahmi dengan Plt Wali Kota Bekasi, sekaligus dalam rangka sharing season terkait apa yang sudah dilakukan tiga komponen kerja TP3, mulai dari Tata Kelola Pemerintahan, Revitalisasi dan Investasi.
“Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang sharing dan sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi,” terang Soni.
Sementara itu, Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan, dalam unit Tata Kelola Pemerintahan, dia mengapresiasi kecilnya angka stunting di Kota Bekasi, yakni 6 persen yang menjadi angka terkecil di Jawa Barat.
“Sejumlah Organisasi Perangkarangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) perlu bersinergi serta membuat sebuah gerakan, agar tahun ini Kota Bekasi zero stunting,” imbuh Tri.
Terkait dengan investasi, lanjutnya, Pemkot Bekasi sedang merencanakan investasi pengelolaan air limbah atau air kotor yang nantinya bisa digunakan oleh warga untuk membersihkan jalan dan tanaman.
Karena pengelolaan awal terhadap air limbah yang dilakukan sebelum dibuang ke lingkungan, merupakan suatu tindakan yang dapat menjaga kelestarian lingkungan. Pihaknya sedang mensosialisasikan dan ingin menjadikan ini sebagai sebuah gerakan di masyarakat.
“Begitu juga dengan masalah parkir, dengan keterbatasan lahan yang ada, Pemkot Bekasi mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berkreativitas dalam mengoptimalisasikan lahan yang ada dengan parkir secara vertikal khusus lahan sempit,” ujar Tri.
Sedangkan dari perizinan, kata dia, inovasi pelayanan publik sudah dibangun, seperti layanan jemput langsung di masyarakat lewat pamor ataupun mall pelayanan publik yang sudah berjalan.
“Pemerintah ingin terus mengoptimalkan pendapatan daerah sebagai penunjang layanan publik, sehingga masyarakat mendapat pelayanan mudah, murah dan cepat,” bebernya.
Tri menambahkan, kabar baiknya pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi mengalami tren kenaikan positif, walaupun tahun ini tahun politik, sebentar lagi akan ada pilpres dan pilkada. Namun ia meminta, agar tren ini harus terus dijaga, agar iklim usaha dan investasi di Kota Bekasi berjalan dengan baik.
“Sebentar lagi akan ada LRT di Kota Bekasi, ini akan menjadi momentum yang baik untuk membuka keran investasi, dan transportasi warga yang tentunya diharapkan berimplikasi pada perputaran ekonomi,” ungkap Tri.
Dirinya juga menerima Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso beserta jajarannya yang melakukan studi banding terkait dengan keberhasilan Kota Bekasi meraih juara satu sebagai kota terbaik Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
“Kalau sebuah daerah itu berprestasi, maka nilai tambahnya menjadi tinggi dan keren. Upaya ini lah yang akan selalu kami dorong,” tandas Tri. (bis)











