RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akan membuat spanduk informasi hingga rambu lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai agar kendaraan dimensi besar tidak melintas di jam sibuk.
Hal ini bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas jalan yang saat ini berjalan pekerjaan rancang bangun Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur.
Pantauan Radar Bekasi pada Selasa (1/8) sore, nampak beberapa kendaraan dimensi besar masih melintas di ruas tersebut, menambah kepadatan lalu lintas. Sebagian ruas jalan saat ini hanya beroperasi satu ruas, satu ruas lagi ditutup lantaran pekerjaan proyek SPAM Regional Jatiluhur belum selesai.
Sedianya, Jalan I Gusti Ngurah Rai sesuai aturan bisa dilalui oleh kendaraan berdimensi besar. Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto mengatakan bahwa Jalan I Gusti Ngurah Rai merupakan jalan kelas III, bisa dilalui oleh kendaraan dengan lebar tidak lebih dari 2,5 meter, panjang tidak lebih dari 18 meter, dengan muatan sumbu terberat maksimal 8 ton.
Namun, dengan adanya pekerjaan proyek yang memakan satu ruas jalan saat ini, kendaraan dimensi besar tidak boleh melintas di jam sibuk. Operasional kendaraan dimensi berat hanya bisa beroperasi mulai pukul 22.00 sampai pukul 05.00.
“Adapun kendaraan dimensi besar oleh karena adanya pekerjaan tidak melintas di jam sibuk. Sehingga mengurangi kepadatan pada ruas jalan tersebut,” katanya, Kamis (3/8).
Pihaknya akan memasang rambu larangan truk dan bus besar melintas mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 22.00. Lebih lanjut, petugas akan melaksanakan pengawasan di lokasi.
Terkait dengan strategi penanganan kemacetan di jam-jam sibuk, petugas akan memberlakukan skema Contra Flow di sepanjang ruas jalan yang menjadi lokasi pekerjaan SPAM.
“Betul, nanti dibuat spanduk dan rambu, serta pengawasan dan penindakan terukur di lapangan,” tambahnya.
Belum lama ini, Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto telah mendatangi langsung Jalan I Gusti Ngurah Rai. Selama di lokasi, ia mendapati kendaraan berat melintas saat kondisi lalu lintas padat.
Ia menyebut terjadi keterlambatan oleh pekerja proyek untuk kembali menata ruas jalan yang saat ini ditutup. Jika tidak dikerjakan pekan ini, Tri menyebut pemerintah daerah akan mengambil alih perbaikan jalan lantaran dinilai sangat menghambat lalu lintas.
Seharusnya kata Tri, penataan kembali ruas jalan bisa dilakukan secara bertahap dan kembali dibuka untuk dilalui pengguna jalan.
“Saya sudah minta kepada pelaksana untuk segera melaksanakan. Apabila sampai Minggu ini tidak dikerjakan, pemerintah daerah akan mengambil sikap untuk melakukan perbaikannya karena ini sangat menghambat transportasi yang ada,” ungkapnya. (sur)











