Berita Bekasi Nomor Satu

Pemilik Disarankan Asuransi Aset

Pembobolan Toko Vape Makin Marak

ILUSTRASI: Pegawai merapikan botol liquid rokok elektrik di tokonya kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peristiwa pembobolan toko rokok elektrik atau Vape kerap terjadi di sejumlah daerah termasuk Bekasi. Belum lama ini kejadian pencurian terjadi di Jalan Ratna, Jatiasih, Kota Bekasi Minggu (8/10).

Sebelum aksi pembobolan di Jatiasih, empat kejadian serupa juga terjadi di Kota Bekasi. Aksi kawanan pencuri ini membuat pelaku usaha Vaporizer khawatir. Pasalnya kerugian setiap toko mencapai puluhan juta.

Terkait aksi pembobolan toko Vape ini, Ketua DPD Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Kota Bekasi, Eko Wibisono mengatakan bahwa hal serupa telah terjadi di beberapa daerah selama tahun 2023 ini. Motifnya sama, para pelaku menyatroni toko dengan menggunakan kendaraan roda empat, kemudian menggasak isi toko.

Dia menceritakan awal informasi pencurian toko Vape terdengar di wilayah Cirebon, kemudian merambah ke wilayah lain seperti Indramayu, Bekasi, Jakarta, hingga Tangerang. Dari rekaman CCTV di berbagai lokasi ini, pelakunya diperkirakan sama, terlihat dari jenis dan nomor polisi kendaraan yang digunakan.

“Itu pelakunya masih sama, pakai mobilnya CRV warna silver. Setelah itu skip beberapa lama, kemarin muncul baru lagi (di Bekasi) yang pakai Avanza warna hitam ini,” ungkapnya, Kamis (12/10).

Eko membenarkan bahwa kerugian setiap toko yang dibobol kawanan maling ini mencapai puluhan juta. Pasalnya, barang-barang yang dijual di dalam toko relatif memiliki harga cukup tinggi serta dalam jumlah banyak. Barang yang dicuri seperti liquid Vape, Device, juga tak segan menggondol barang berharga di dalam toko selain barang dagangan.

“Bekasi kota sudah sekitar empat atau lima (toko dibobol maling), termasuk yang terakhir ini,” ungkapnya.

Aksi kawanan pencuri ini menjadi pembahasan di kalangan pelaku usaha Vaporizer. Asosiasi sendiri kata dia, mengimbau kepada anggotanya untuk mengasuransikan harta benda mereka yang ada di dalam toko guna meminimalisir kerugian.

“Kita bicaranya hitung dari nilai aset ya, misal kita aset tokonya Rp100 atau Rp200 juta, yasudah kita asuransikan segitu,” tambahnya.

Aksi pencurian toko Vape ini tengah didalami oleh pihak kepolisian. Petugas dari Polres Metro Bekasi Kota sudah mendatangi TKP untuk mencari bukti-bukti, bekerjasama dengan Polda Metro Jaya.

Ada beberapa kasus serupa yang saat ini ditangani oleh Polda Metro Jaya di beberapa wilayah hukum Polres.

“Karena Polda itu juga menangani kasus tersebut dari berbagai Polres wilayah DKI, sudah ada yang melaporkan terkait kejadian di toko Vape tersebut,” ujar Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing belum lama ini.

Sekadar diketahui, toko Vape biasanya beroperasi hingga tengah malam, sekira pukul 00.00 hingga pukul 01.00. Pada beberapa kejadian, aksi kawanan pencuri ini terjadi pada pukul 04.30 WIB, bahkan pukul 05.15 pagi hari. (sur)