RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dari enam nama bakal calon wali kota yang diusulkan oleh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, saat ini prosesnya telah mengerucut menjadi tiga nama.
Tiga nama yang tersisa sedang dalam proses lanjutan sebelum menerima surat tugas dari DPP PKB. Namun, sayangnya, partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar belum bersedia mengungkapkan identitas ketiga kandidat yang tersisa.
“Alhamdulilah hari ini sudah mulai mengerucut ke tiga nama. Tapi untuk saat ini masih rahasia,” ujar Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda, kepada Radar Bekasi.
Enam nama yang sebelumnya diusulkan oleh DPC PKB Kota Bekasi diantaranya Sholihin (PPP), Mochtar Mohamad (PDIP), Tri Adhianto (PDIP). Kemudian, Nofel Saleh Hilabi (Golkar), Uu Saiful Mikdar (Kadisdik Kota Bekasi), serta Purnawirawan TNI Kemal Hendrayadi.
BACA JUGA: Koalisi PKB, Gerindra, dan Demokrat di Kabupaten Bekasi: Siapa Bakal Calon Bupati Pilihan?
Menurut Politikus kelahiran Bekasi 9 Maret 1991 ini, proses Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) sudah berjalan di awal bulan Juni kemarin. Lalu hasilnya kini mengerucut menjadi tiga nama, dari sebelumnya enam nama yang diusulkan ke DPP. Sejak awal kata Rizki, visi misi yang dibawa oleh calon, harus sama dengan yang digaungkan partainya, yakni kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kota Bekasi.
Dari dasar pondasi awal visi misi, akhirnya dikerucutkan lagi dengan melihat kondisi kemauan dan kemampuan dari para calon. Termasuk dukungan masyarakat kepada para calon. Beberapa langkah sudah dilakukan partainya, termasuk survei internal, serta meminta tanggapan masyarakat.
“Itu beberapa hal yang menjadi parameter kita untuk mengerucutkan nama-nama. Karena target kita di Pilkada ini harus menang, maka kita harus detail membaca situasi kondisi itu,” ungkapnya.
Meskipun ketiga nama belum final, PKB akan tetap berkomunikasi dengan rekan koalisinya yang telah bermitra dengan Partai Gerindra. Hal ini penting mengingat DPC Gerindra juga sedang merekrut calon wali kota.
Oleh karena itu, perlu dilakukan sonding terhadap nama-nama yang telah disaring, untuk memastikan keselarasan. Proses ini diharapkan dapat menetapkan satu nama menjelang awal Juli.
“Kita akan tukar pikir dengan partai koalisi, dari nama-nama tersebut mana yang mau kita fokuskan untuk mengerucut menjadi satu nama. Sejauh ini komunikasi kita kemungkinan selama beberapa hari kedepan sampai Juni atau awal Juli,” katanya.
Pimpinan tertinggi partainya sudah mengumumkan penugasan kepada calon yang sudah mendaftar dan diberikan surat tugas. Tujuannya, untuk menggenapi para calon mencari partner sebagai wakilnya dan mencari partai koalisi untuk bisa mendaftarkan ke KPU, minimal 20 persen.
“Untuk di Kota Bekasi, kita pun sedang menunggu arahan DPP. Kalau yang dapat surat tugasnya satu orang, maka kita coba fokus ke satu orang itu menjalankan tugas-tugas yang tadi saya maksud, nyari wakil dan partai pendukung untuk lebih kuat. Tapi kalau misalnya ada arahan lebih dari satu, berarti para calon ini tinggal di running siapa yang bisa mencari partner koalisi dan wakilnya,” jelasnya.
“Itu yang nanti pada akhirnya menjelang pendaftaran KPU secara resmi di akhir bulan agustus, mereka baru mendapat surat rekomendasi. Jadi anggaplah di awal bulan Juni dapat surat tugas, nanti menjelang pendaftaran mereka dapat surat rekomendasi,” sambungnya. (pra)











