Berita Bekasi Nomor Satu

Resmi Dilaunching, Fortis Football Factory Siap Cetak Pesepakbola Kelas Eropa

GRAND OPENING: Pelatih Persib, Bojan Hodak, Head Coach 3F, Lalic Srdan (60) serta jajaran manajemen dan Exco Askot PSSI Bekasi, saat grand opening Fortis Football Factory (3F) di Bekasi International Soccer Field (BISF), Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (31/8/2024). IRWAN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Fortis Football Factory (3F), akademi sepak bola di bawah asuhan pelatih asal Serbia, Lalic Srdan (60) resmi dilaunching  di Bekasi, Sabtu (31/8/2024). Grand opening 3F di Bekasi International Soccer Field (BISF), Bekasi Timur, Kota Bekasi  ini juga dihadiri pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak.

Pelatih yang membawa Persib Bandung Juara Championship Series Liga 1 2023/2024 ini turut mengapresiasi hadirnya 3F, yang diharapkan mampu meningkatkan talenta pesepakbola muda Indonesia.

Menurutnya, banyak potensi pemain muda di Indonesia,namun kurang beruntung karena tidak memiliki kesempatan untuk mendapat pembinaan sejak dini. Pelatih asal Kroasia ini menilai, jika pengembangan sejak dini dan melewati banyak proses besar bisa memunculkan potensi pemain-pemain level Eropa.

”Saya melihat hal yang baik adanya akademi untuk anak-anak, terbuka, karena di Indonesia banyak sekali bakat tapi kesempatannya terlambat dan kurang beruntung dalam pengembangan,”ujar Bojan kepada Radar Bekasi.

Menurutnya, pengembangan pemain muda dengan memulai proses besar di akademi, klub, melewati banyak pertandingan dan terarah, baik untuk perkembangan sepak bola Indonesia. ”Jadi akademi manapun yang seperti ini baik untuk sepakbola Indonesia,” papar Pelatih Terbaik Liga 1 2023/2024 ini.

 

GRAND OPENING: Pelatih Persib, Bojan Hodak, Head Coach 3F, Lalic Srdan (60) serta jajaran manajemen dan Exco Askot PSSI Bekasi, saat grand opening Fortis Football Factory (3F) di Bekasi International Soccer Field (BISF), Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu (31/8/2024). IRWAN/RADAR BEKASI

Di lokasi yang sama, Sekretaris Umum Fortis Football Factory, Agiel Al Assyafar menjelaskan, hadirnya 3F diharapkan dapat mewadahi talenta pesepakbola muda tanah air dan memberikan kesempatan mewujudkan mimpinya bermain di Eropa.

BACA JUGA: Tri Adhianto Dianugerahi Gelar “Bapak Sepak Bola Kota Bekasi'”

”Melihat bagaimana potensi ini bisa kita kembangkan dan tentunya dengan targetnya adalah bukan hanya nasional tapi internasional dengan itulah kita membangun sekolah sepak bola berupa Fortis Football Factory ini di Bekasi,”ujar Agiel kepada Radar Bekasi.

Lanjut Agiel hadirnya 3F bertujuan membangun siswa yang nantinya bisa berkembang baik itu level nasional hingga internasional dengan mendatangkan langsung pelatih berpengalaman dan relasi yang baik.

”Tentunya harapan kita untuk mengirim siswa-siswa didik ini ke Eropa bukan hanya sebatas mimpi semata. Namun merupakan realisasi yang ingin kita bangun dari awal, hingga akhir nantinya mereka ini bisa menjadi pemain profesional tidak hanya di Indonesia tapi juga di Eropa,”tambahnya.

Pihaknya juga menargetkan dalam satu semester ke depan, ada sejumlah pemain yang diboyong ke Eropa minimal untuk menjalani uji coba dan membuka pengalaman bertanding di luar negeri.

”Target kita dengan baru dibuka ini pengembangan dini, pengembangan basic.  Tentu target-target pengembangan keluar (Internasional) per semester ke depan. Jadi nanti kita ada evaluasi per triwulan dimana per semester kita akan melihat perkembangan dan potensi serta peluang kita bisa mengirim siswa-siswa ini untuk berlatih di luar. Minimal-minimalnya bisa trail punya pengalaman di luar,”jelasnya.

Terkait potensi pemain yang berpeluang dikirim ke Eropa, Agiel-sapaannya- mengatakan saat ini fokus di usia U-14,U-15 dan U-16. ”Kita mungkin lebih fokus ke U-14 ke atas, U-15, U-16, dimana memang basic yang di awal kita bangun bisa menjadi bekal mereka ketika menjadi pemain profesional nanti,”pungkasnya.

Diketahui, agenda launching juga dihadiri langsung Direktur Program juga Pelatih Kepala 3F, Lalic Srdan (60), Ketua Forum Komunikasi Sekolah Sepakbola (FKSSB) Kota Bekasi, Armel Gustian, Exco Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bekasi, Rohimin Nurkarim, manajemen, serta perwakilan siswa dan orang tua. (one)