RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wajah Taman Hutan Kota hingga Alun-Alun M. Hasibuan kian berubah. Tak lagi sekadar ruang bersantai, kawasan ini kini menjelma magnet baru bagi warga untuk berolahraga, terutama setelah jogging track rampung dibangun. Konsekuensinya, lonjakan pengunjung menuntut pengelolaan kebersihan dan ketertiban yang lebih serius.
Penataan kawasan oleh Pemerintah Kota Bekasi membuat area taman hutan kota terasa lebih terbuka dan terang. Pagar dicopot, bangunan semi permanen pedagang kaki lima ditertibkan, dan jalur jogging track mulai dimanfaatkan warga sejak akhir 2025.
Pantauan Radar Bekasi menjelang pergantian tahun menunjukkan kondisi kawasan relatif lebih tertib. Area taman tampak bersih, didominasi sampah dedaunan, sementara pedagang berada di luar zona taman. Sejumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DBMSDA, hingga Disdamkarmat terlihat melakukan penataan di kawasan taman hutan kota dan Alun-Alun M. Hasibuan.
Kepala UPTD Taman Hutan Kota DLH Kota Bekasi, Ahmad Jaenudin, mengatakan pengawasan kawasan tersebut ke depan akan diperketat. Menurutnya, pengelolaan taman tidak bisa dibebankan pada satu perangkat daerah saja.
“Ke depan mungkin diperlukan instruksi wali kota agar seluruh dinas terkait berkolaborasi sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing,” ujar Jaenudin kepada Radar Bekasi, Selasa (30/12).
Ia mencontohkan pola pengelolaan di Plaza Patriot Chandrabhaga yang selama ini relatif berjalan baik meski tingkat kunjungan tinggi, khususnya pada pagi dan sore hari.
Dalam skema kolaborasi tersebut, masing-masing perangkat daerah akan berperan mulai dari kebersihan, ketertiban, penataan PKL dan parkir, hingga pemeliharaan monumen bersejarah Tugu Perjuangan Rakyat Bekasi yang berada di kawasan Alun-Alun.
“Kalau seluruhnya dibebankan ke DLH tentu tidak akan mampu. Karena itu harus dikelola bersama-sama,” katanya.
Selain peran pemerintah, Jaenudin menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ruang publik, terutama kebersihan, ketertiban, dan kelestarian fasilitas.
“Ini bukan hanya milik Pemerintah Kota Bekasi, tapi milik warga. Semua yang datang harus ikut menjaga kebersihan, fasilitas, dan ketertibannya,” ujarnya.
Sebagai kota dengan banyak ruang publik, Pemkot Bekasi sepanjang 2025 telah meresmikan sejumlah taman di berbagai wilayah. Tantangan ke depan bukan hanya membangun, tetapi menjaga dan merawat fasilitas publik agar tetap nyaman dan berfungsi optimal. (sur)











