RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sorotan masyarakat tentang mahalnya harga sewa booth kontainer di kawasan wisata Tirta Kalimalang terus bergulir. PT Mitra Patriot (Perseroda) sebagai pemegang hak pengelolaan area wisata anyar tersebut turut buka suara.
Diketahui, berdasarkan informasi yang diterima Radar Bekasi dari pengelola Tirta Kalimalang, harga sewa unit kontainer ditetapkan sebesar Rp100 juta per tahun bagi pelaku usaha non-UMKM atau badan usaha.
Sementara itu, pelaku UMKM ber-KTP Kota Bekasi dikenakan tarif sewa Rp50 juta per tahun. Harga sewa tersebut belum termasuk biaya fasilitas seperti air, listrik, serta iuran pengelolaan lingkungan.
Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, menegaskan tarif sewa kontainer usaha masih dalam tahap finalisasi. Ia menjelaskan, dari seluruh kontainer yang disiapkan di kawasan tersebut, 20 persen diperuntukkan bagi UMKM, sementara 80 persen sisanya non-UMKM atau badan usaha.
“Pembagiannya 20 persen untuk UMKM dan 80 persen eksklusif. Untuk tarif sewa masih kami finalkan, mudah-mudahan minggu depan sudah ditetapkan,” ujar David, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, penggunaan kontainer sebagai sarana usaha dilakukan karena ketentuan melarang pendirian bangunan permanen di bawah jalan tol. Skema tersebut, kata dia, telah diketahui dan mendapat izin dari Perum Jasa Tirta (PJT) II.
David mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 40 pelaku UMKM yang mengajukan permohonan. Seluruhnya akan melalui proses verifikasi berbasis rekam jejak usaha.
“Verifikasi ini penting agar ke depan tidak ada kendala, sekaligus menjaga citra Kota Bekasi. Harapannya, kawasan ini bisa menarik pengunjung,” katanya.
Kontainer yang digunakan merupakan milik investor pemenang tender pengelolaan kawasan wisata Kalimalang. David menegaskan, seluruh pembiayaan proyek tersebut tidak bersumber dari anggaran pemerintah.
“Ini murni dari pemenang lelang. Tidak ada APBD, tidak ada dana penyertaan modal, dan tidak ada satu rupiah pun dari Mitra Patriot,” tegasnya.
Pihaknya berharap kawasan wisata air Kalimalang dapat berkembang menjadi ikon baru sekaligus pusat oleh-oleh Kota Bekasi, seperti kawasan serupa di sejumlah daerah lain.(sur)











